Senin, 03 Februari 2014

Running Man Fanfiction: Pemilihan Ketua Kelas

Annyeong!!
Kali ini aku mau nulis fanfic Running Man! Yeey! Settingnya tetep sama, versi anak sekolahan kayak ep. 98.
Baiklah... langsung aja baca yaa...

Running Man Fanfiction: Pemilihan Ketua Kelas

Disclaimer: Running Man belongs to SBS, all members belongs to them self, this ff belongs to me.
Characters: all members jaman SMA, PD Myuk as seonsaengnim.
Warning: gaje, abal, typo, menyebalkan, DLDR.

Di Running Highschool, tepatnya kelas X.4, sedang ada pemilihan ketua kelas periode selama setahun. Sebelum hari ini terjadi, para kandidat yang ingin menjadi ketua kelas sudah mencalonkan diri dan membuat visi dan misi mereka selama kepemimpinannya nanti. Hari ini para kandidat siap membacakan visi dan misinya di hadapan seluruh murid kelas X.4.

“Baiklah. Para kandidat ketua kelas silakan maju ke depan.” kata Myuk Seonsaengnim.

Para kandidat maju ke depan. Mereka adalah Kim Jongkook dan Yoo Jaesuk.

“Hyung!! Semangat!! Aku tetap mendukungmu!!” seru Haha.
“Kim Jongkook!! Kim Jongkook!! Kim Jongkook!!” seru Kwangsoo.
“Ingat KMS, Hyung! Kami Menerima Suap!” seru Gary.
“Yeah!! KMS!!” teriak Kwangsoo.
“Semuanya tenang!” kata Myuk Seonsaengnim.
“Semuanya, FOKUS!” kata Jaesuk sembari mengeluarkan kuncup tangannya.
“Jaesuk oppa... kuncupnya sudah keluar...” kata Jihyo.

Acara dilanjutkan kembali.

“Sekarang kalian beri tahu visi misi kalian kepada teman-temanmu agar mereka bisa memutuskan memilih yang mana.” kata Myuk Seonsaengnim.

Kim Jongkook membacakan visi dan misinya terlebih dahulu.

“Visi saya adalah menjadikan kelas X.4 menjadi kelas yang paling kuat dan tak terkalahkan oleh kelas lain!” seru Jongkook sambil menebar death glare yang seakan berkata awas-lu-kalo-ga-pilih-gue. Semua murid merinding.
“Misi yang akan saya lakukan agar visi saya tercapai adalah saya akan melatih teman-teman sekalian dalam permainan “Ripped The Nametag” agar tidak pernah kalah dan saya akan mengembangkan karakter teman-teman agar teman-teman berpendirian tetap. Lalu, saya akan mengadakan belajar bersama setiap akan ada ulangan yang diberitahukan sebelumnya. Dan saya akan mengadakan olahraga bersama dan makan makanan sehat setiap 3 hari sekali. Bila misi-misi saya berhasil dijalani, tanpa ragu lagi kelas X.4 akan menjadi kelas terkuat se-Korea Selatan!!” kata Jongkook masih dengan death glare-nya.
“Ehem.. baiklah. Selanjutnya sekarang Yoo Jaesuk.” kata Myuk Seonsaengnim.
“Baiklah, teman-teman... pertama-tama FOKUS!” kata Jaesuk sambil mengeluarkan “tangan kuncup”nya.
“Wahahaha... Tim Kuncup!” seru Sukjin.
“Ehem. Baiklah. Visi saya sangat sederhana, yaitu memperkuat kekompakan seluruh murid X.4. Tidak ada pengkhianatan, curang, dan kelicikan lagi.” kata Jaesuk.

Kwangsoo terlihat salah tingkah saat Jaesuk menyebut kata “pengkhianatan”. Jihyo terlihat tertarik pada visi Jaesuk.

“Misi saya adalah selalu mengajak rekan-rekan untuk menyatukan kekuatan agar bisa mengerjakan Running Man missions. Tidak ada pengkhianatan, curang, ataupun kelicikan. Lalu, saya akan mengadakan acara foto bareng murid kelas X.4 agar kekompakan selalu terjaga. Saya juga berharap agar semua tetap kompak apapun yang terjadi.” Jaesuk memberitahukan misinya.

“Berikan teman-teman calon ketua kelas tepuk tangan.” kata Myuk Seonsaengnim.

Semuanya bertepuk tangan.

“Karena semua kandidat sudah memberitahukan visi misinya, tentunya kalian bisa memutuskan siapa yang akan kalian pilih sebagai ketua kelas kalian. Sekarang, tutup mata kalian semua.” kata Myuk Seonsaengnim.
“Kandidat juga tutup mata, seonsaengnim?” tanya Jongkook.
“Ya, kandidat juga. Jangan ada yang membuka mata ya. Yang membuka mata sebelum saya suruh, tidak akan naik kelas dan selalu “out” di awal game.” kata Myuk Seonsaengnim.
“Eyyy... apa-apaan itu, Seonsaengnim?” Kwangsoo protes.
“Ya makanya jangan membuka mata. Saya bisa melihat siapa yang diam-diam membuka mata.” kata Myuk seonsaengnim.
“Daebak...” bisik Jihyo.
“Baiklah... saya akan menyebutkan satu per satu nama kandidat ketua kelas. Jika kalian memilihnya, angkat tangan kalian. Mengerti?”
“Iyaaaa....”
“Bagi yang memilih Kim Jongkook, harap angkat tangannya.”

Beberapa anak mengangkat tangannya.

“Bagi yang memilih Yoo Jaesuk harap angkat tangannya.”

Beberapa anak mengangkat tangannya.

“Baiklah, kalian semua boleh buka mata.”

Semuanya membuka mata.

“Saya akan mengumumkan siapa pemenangnya. Ketua kelas tahun ini adalah........ KIM JONGKOOK!!!”
“Yeah!!!” Jongkook terlihat senang. Jaesuk hanya menyesali kekalahannya.
“Lagi-lagi aku kalah terhadapnya...” kata Jaesuk dalam hati.
“Yeyyyy!!! Hyung!! Chukkahamnidaaaaa.....!!!!” seru Kwangsoo dan Haha.
“Traktiran jangan lupa, hyung.” kata Gary.
“Arasseo... arasseo...” jawab Jongkook.
“Ya Haha! Jangan teriak-teriak!” seru Jaesuk.
“Kenapa? Kamu kesal ya karena kalah?” tanya Haha.
Jaesuk memegang kedua pundak Haha, begitu pula Haha.
“Ya!!”
“Ya!!”
“Sayang sekali Jaesuk kalah...” kata Sukjin pelan. “Jaesuk-ah, tak apa-apa kamu kalah. Aku masih bakal tetep jadi sunflower-mu~.” Sukjin berubah jadi “Jaesuk’s sunflower”. Jaesuk hanya sweat drop.
“Selamat untuk Kim Jongkook. Mulai hari ini, kamu adalah ketua kelas X.4.” kata Myuk Seonsaengnim.

Semua anak bertepuk tangan.

“Yoo Jaesuk menjadi wakil ketua kelas yang akan membantu kinerja ketua kelas.” lanjut Myuk Seonsaengnim.

“Semuanya.... mohon bantuannya....” kata Jongkook dan Jaesuk bersamaan.

Semua murid bertepuk tangan lagi.

FIN

Rabu, 22 Januari 2014

Kuroko No Basuke Fanfiction: Teletubbies No Basuke

Konnichiwa!
Sudah lama tidak nge-post di sini. Sibuk kuliah sih. Fufufu kali ini aku coba nulis fanfiction fandom Kuroko no Basuke. Sebenernya aku baru nonton season 1, tapi langsung jatuh cinta! Uwoooo.... langsung aja ya bacanya.


Kuroko No Basuke Fanfiction: Teletubbies

Disclaimer: Kuroko No Basuke milik Tadatoshi Fujimaki. Midorima punya sayaaaa /diinjek
Warning! : typo kemungkinan berkeliaran, gaje, menyebalkan, OOC, yang nulis OON.
Characters:
- Murasakibara as Tinkymurasaki
- Midorima as Dipmidorimasy
- Kise as Lakise
- Akashi as Pokashi
- Kuroko as Matahari
- Kagami as Kaganoonoo
- Author as narator & mic yang tumbuh di halaman(?) (yang tulisan bercetak miring)


*Matahari Kuroko muncul*
Author: Kuroko, ayo tertawa seperti matahari.
Kuroko: ..........
Author: ah, sudahlah.

Di atas bukit nan jauh, Teletubbies bermain-main...

"Satu!" Lakise muncul sambil kibas rambut. (sejak kapan Teletubbies punya rambut?)
"Dua nanodayo!" Dipmidorimasy muncul.
"Tiga!" Pokashi muncul dengan tampang serem.
"Empat! Krauss... krausss..." Tingkymurasaki muncul sambil makan cemilan.

Semua Teletubbies berlarian dengan gembira.

Inilah Teletubbies... Inilah Teletubbies...

Tingkymurasaki!
"Tingkymurasaki! Krauss... krauss..."
Dipmidorimasy!
"Dipmidorimasy nanodayo!"
Lakise!
"Lakise!"
Pokashi!
"Pokashi!"

Teletubbies, berpelukan~
"Berpelukan~" semuanya pun berpelukan.

Author: Kuroko, ini saatnya kamu tertawa.
Kuroko: ...........
Author: ah, sudahlah.

--

Kaganoonoo sedang membersihkan rumah Teletubbies.
"Slurrrp.... Sluuurppp... Sluurrrpp..." Kaganoonoo menghisap(?) lantai.
"A'o, Kaganoonoo..." Tinkymurasaki menyapa Kaganoonoo.
"Sluurrrp... Sluurrrp..." Kaganoonoo masih menghisap(?).

Tingkymurasaki pergi ke tempat kue tubby. Tingkymurasaki ingin makan kue tubby.
"Hihihi... Tingkymurasaki ingin makan kue tubby!" katanya sambil memencet tombol pembuat kue tubby.

Tingkymurasaki segera ke tempat duduk menunggu kue matang. Lalu.... tuiiiiinggg.... kue matang dan mendarat di piring Tingkymurasaki.

"Nyaam... itadakimasu.." Tingkymurasaki mulai makan.

Mari kita lihat Dipmidorimasy sedang apa..

Dipmidorimasy sedang berjalan-jalan memakai topi kesayangannya.
"Dipmidorimasy berjalan-jalan nanodayo. Memakai topi nanodayo. Topi... topi nanodayo." ia bejalan sambil bernyanyi.
Dipmidorimasy melihat Lakise sedang bermain bola.
"Ah! Itu Lakise nanodayo." seru Dipmidorimasy. "A'o, Lakise."
"A'o, Dipmidorimasycchi." balas Lakise.
Dipmidorimasy memperhatikan Lakise bermain bola.
"Dipmidorimasy memperhatikan Lakise bermain bola nanodayo."
"Dipmidorimasycchi, maukah bermain bola bersamaku?" tanya Lakise.
"Eh? Baiklah nanodayo." kata Dipmidorimasy.

Dipmidorimasy dan Lakise main passing bola. Mulai dari chest pass, bounce pass, dan overhead pass.
Lalu, Pokashi datang.

"Aka aka aka aka akashi..." Pokashi naik scooter-nya.
"A! Itu Pokashi nanodayo. A'o Pokashi.." sapa Dipmidorimasy.
"A'o Pokashicchi." sapa Lakise.
"A'o Dipmidorimasy, A'o Lakise." balas Pokashi. "Kalian sedang apa?"
"Kami sedang main passing bola." jawab Lakise.
"Hoo... Bagaimana kalo kita main shoot bola?" usul Pokashi.

Tiba-tiba sebuah benda muncul. Tuiing.

"A! Itu ring basket nanodayo." kata Dipmidorimasy.
"Kita bisa memakainya." kata Lakise.

Lakise mendribble bolanya, tapi direbut Pokashi. Pokashi langsung shoot dan berhasil masuk!

"Aaa.. Pokashicchi!" keluh Lakise.
"Hahaha.. aku akan menang! Akan kusingkirkan orang-orang yang menghalangi kemenanganku!" kata Pokashi.

Bola memantul jauh.... dan Dipmidorimasy berhasil menangkapnya. Dipmidorimasy langsung shoot dari jarak jauh.
"Dipmidorimasycchi, memang kamu bisa shoot sejauh itu?" seru Lakise.
"Hmm.... Range shoot-ku itu tidak terbatas nanodayo." kata Dipmidorimasy.
Benar, bola yang dilempar Dipmidorimasy berhasil masuk.
"Hebat, Dipmidorimasycchi!!!" seru Lakise.
"Hmm." Dipmidorimasy membetulkan letak topinya.

Lakise mendapatkan bolanya. Tapi langsung direbut Pokashi. Lakise kesal dan berniat meniru serangan Pokashi.
"Aku harus bisa meniru serangan Pokashicchi." pikir Lakise.

Lakise mempelajari gerakan Pokashicchi.
Permainan berlanjut. Kini skor Lakise, Dipmidorimasy, dan Pokashi adalah 22, 58, 60. Setiap kali bola ada di tangan Dipmidorimasy, sulit sekali direbut karena ia langsung menembakkannya.

"Aku dapat bolanya!!" seru Pokashi.
Lakise langsung merebut bola Pokashi dan langsung shoot! Tentunya ia memakai cara Pokashi ketika merebut bola darinya.
"Bagaimana, Pokashicchi? Aku hebat kan?" Lakise bangga.
"Cih!" Pokashi langsung berwajah serem.

Bola memantul tinggi.... memantul jauh.... hingga masuk ke dalam rumah para Teletubbies. Lakise, Pokashi, dan Dipmidorimasy mengejar bola itu.

"Mana bolanya?" tanya Lakise.
"Itu bolanya nanodayo. Di sebelah Tinkymurasaki." jawab Dipmidorimasy.
"A'o Dipmidorimasy, Pokashi, dan Lakise." kata Tinkymurasaki.
"A'o Tinkymurasaki." kata Dipmidorimasy, Pokashi, dan Lakise bersamaan.
"Kalian mau makan kue tubby ini?" tanya Tinkymurasaki.
"Keliatannya enak. Ayo makan dulu." sahut Lakise.

Lakise menekan tombol pembuat kue tubby, semuanya bergegas ke tempat duduk. Kue matang dan mendarat di piring masing-masing.

"Itadakimasu~"

Semua asyik makan kue tubby. Kaganoonoo menghisap remah-remah kue yang jatuh.

"Sluurrrrp... sluurrrpp... sluurrrppp.."

Kaganoonoo melihat bola yang tergeletak di lantai. Bola itu dihisap Kaganoonoo!

"Nyamm... enak..." kata Lakise.
"Kenyang..." kata Pokashi.
"Ayo main lagi!" seru Lakise.
"Main apa?" tanya Tinkymurasaki.
"Basket nanodayo." jawab Dipmidorimasy.
"Ng? Mana bolanya?" Pokashi mencari bola.
"Eh? Tadi di sebelahku.." kata Tinkymurasaki.
"Huhuhuhu... kalo ga ada bola kita ga bisa main... lagipula, itu bola kesayangan Lakise...." Lakise sedih.

Semua jadi merasa sedih karena tidak bisa bermain lagi.

"Kami semua sedih...."

Bolanya tidak ada karena dihisap Kaganoonoo.

"Eh? Kaganoonoo?"
"Kaganoonoo, ayo keluarkan bola Lakise!" seru Pokashi.
"Sluurrp... sluurrpp..." Kaganoonoo hanya berputar-putar.
"Keluarkan!! Kaganoonoo!!" Pokashi menjitak Kaganoonoo.

Kaganoonoo kaget dan langsung mengeluarkan bola Lakise.

"Yeey!! Bola Lakise!!" Lakise gembira.
"Kita bisa main lagi nanodayo." kata Dipmidorimasy.

Hyuuu.... Hyuuuu... Baling-baling berputar. Saatnya menonton video.

Teletubbies berlari keluar menuju baling-baling. Mereka menunggu dan berharap videonya akan muncul di perut mereka. Teletubbies memejamkan mata. Dan yang terpilih adalah............ Tinkymurasaki!!!
Semuanya mengelilingi Tinkymurasaki. Video kali ini adalah video "Seirin v.s Shuutoku"!!

Author: Kuroko, kamu harus tertawa sekarang!
Kuroko: .................
Author: ah, sudahlah.

--skip time--

"Sekarang apa yang harus kita lakukan nanodayo?" tanya Dipmidorimasy.
"Dipmidorimasy, kenapa wajahmu terlihat kesal? Krauss... krauuss.." tanya Tinkymurasaki.
Dipmidorimasy masih agak kesal karena melihat video "Seirin v.s Shuutoku".
"Sudahlah, Dipmidorimasycchi, lupakan saja kita jalan-jalan aja yuk." ucap Lakise.
"Jalan-jalan? Ide bagus! Aku yang memimpin!" kata Pokashi sambil naik scooternya.

Teletubbies berjalan-jalan dipimpin Pokashi. Semuanya membawa barang kesayangannya masing-masing. Tinkymurasaki membawa tas merah isinya cemilan. Dipmidorimasy memakai topinya. Lakise mendribble bolanya. Pokashi naik scooter.

"Aka..aka..aka..aka..akashi.."
"Topi topi nanodayo.. topi topi nanodayo..."
"Krauss... Krauss..."
"Bolaa... bola Lakise..."

Hyuuu... Hyuuu... Baling-baling berputar..

Saatnya Tubby berpisah! Saatnya Tubby berpisah!

"Oooohhh.... tiiidaaaakkk...." semua terlihat sedih.

Dadah, Tinkymurasaki...
"Dadah!"
Dadah, Dipmidorimasy...
"Dadah nanodayo."
Dadah, Lakise...
"Hihi.. dadaah.."
Dadah, Pokashi..
"Daah.."

Matahari mulai tenggelam. Teletubbies pulang ke rumah. Dadah....

Omake
Author: Kuroko, kamu harus tersenyum saat tenggelam.
Kuroko: Aku ga mau tenggelam. Nanti ga bisa nafas. Lagipula, memang bisa tenggelam sambil senyum? Yang ada sesek nafas.
Author: Lawak.


FIN!!!
Hyuuuu... selesei sudah. Yang ingin author katakan selama membuat fanfiction ini adalah.... "Ieu teh naoooooonnnn??" /maaf ya yg ga ngerti.
Okey, seperti biasa, author minta sumbangan komennya yaa.... /pasang muka memelas
Sudah... author lelah. Sampai jumpa di fanfic selanjutnya. *cipok basah*

Jumat, 26 Juli 2013

Running Man Fanfiction: Running School~ Mission Ujian

Annyeong~
Setelah lama sekali hiatus karena perang (baca: UN dan ujian masuk universitas), akhirnya aku bisa ngepost fanfic lagi di sini. Kali ini saya akan membawakan fanfic Running Man. Entah kenapa saya lebih suka bikin fanfic Running Man dalam bentuk anak sekolahan. Mungkin karena biar sehati sama saya. /heh
Tanpa banyak pembacotan lagi, yuk baca!!

Running Man Fanfiction: Running School~ Mission Ujian
Disclaimer: casts belong to themselves, Running Man belongs to SBS, Kookie punya sayaa~ /diguyur bensin
Warning: gaje, abal, kurang menarik, OOCness, ngenes, typo berkeliaran (mungkin), diksi tidak tepat, DLDR, Don't be a silent reader.
Casts: All Running Man members (dalam bentuk anak SD kayak yang di episode 87, tapi ga ada Han Ga In), Myuk PD as seonsaengnim.


"Ooh... moributho balkuthkaji da sarang sureowo~"

Lagu Sarang Sureowo berkumandang menandakan jam belajar di sekolah dimulai. Murid-murid masuk ke dalam kelas dan duduk di bangkunya masing-masing. Jaesuk dan teman-temannya sudah duduk rapi menanti gurunya datang.

Greekkk.... Pintu terbuka. Myuk Seonsangnim masuk ke dalam kelas membawa banyak kertas. Kwangsoo melihatnya, perasaannya langsung ga enak.

"Siap! Berdoa!" Yoo Jaesuk, si ketua kelas memimpin doa.
"Beri salam!"
"Selamat pagi, seonsaengnim..." kata Jaesuk dan teman-temannya serempak.
"Selamat pagi, anak-anak." Myuk seonsaengnim menjawab. "Hari ini kita ada ulangan mendadak!"
"APAAAAAAAAAA????!!!!!" Jaesuk dan teman-temannya kaget.
"Ulangan apa, seonsaengnim?" tanya Haha.
"Kita ulangan matematika." jawab Myuk seonsaengnim.
"Waduuhhh.... Gimana nih, ulangan matematika..." Kwangsoo panik.
"Tenang... Ulangannya gampang kok." kata Myuk seonsaengnim.
"Mudah kan kalo seonsaengnim yang mengerjakan.." kata Jongkook dalam hati.
"Oh... my... God... STRESS!" seru Gary.

Kertas soal dibagikan. Murid-murid mengeluh karena soal-soalnya sulit. Sebenarnya mudah, tapi karena mereka ga pernah belajar lagi setelah pulang sekolah, makanya terasa sulit.

"Baiklah. Mission start!" seru Myuk seonsaengnim menandakan mulainya ulangan.

Jongkook yang pintar mengerjakan ulangan dengan santai. Sukjin hanya menggaruk-garuk kepalanya karena tidak bisa mengerjakan. Haha terus bertanya pada Jaesuk yang duduk di sebelahnya. Jaesuk mengerjakan ulangan dengan asal. Jihyo mengerjakan matematika dengan lancar tapi sangat berhati-hati. Gary minta contekan ke Jihyo tapi ga dikasih karena hari ini bukan hari Senin.

"Ehem! Jangan berisik!" Myuk seonsaengnim merasa kelas sudah mulai berisik.

Kwangsoo yang tinggi bisa dengan mudah menyontek jawaban Jongkook yang duduk di depannya. Sukjin pun menyontek ke Kwangsoo. Gary makin panik karena tidak bisa menjawab soal. Lalu, Gary oper-operan kertas contekan sama Haha dan Jaesuk. Ternyata, Haha open book! Alias diam-diam buka buku matematika!
Jihyo merasa terganggu karena Gary, Haha, dan Jaesuk kasak-kusuk terus.

"Seonsaengnim...! Daritadi Gary oppa, Haha oppa, dan Jaesuk oppa ribut terus niihhh...!" seru Jihyo.
"Ya! Jihyo!" Haha mendelik ke Jihyo. Jihyo hanya menjulurkan lidahnya.

Myuk seonsaengnim menuju bangku Haha-Jaesuk dan Gary-Jihyo.

"Kalian ngapain ribut terus?" tanya Myuk seonsaengnim.
"Ribut? Daritadi kita ngerjain ulangannya kok." Haha mencari alibi.
"Jangan ribut! Kalo sekali lagi ribut, nanti kertas jawaban ulangannya saya sobek!" kata Myuk seonsaengnim.
"I...iya, seonsaengnim..." kata Jaesuk.
"Anak-anak, waktunya 10 menit lagi!" seru Myuk seonsaengnim.

Semuanya langsung cepat-cepat menyelesaikan ulangannya dengan cara mereka sendiri(?).

Waktu mengerjakan ulangan sudah habis. Semuanya mengumpulkan lembar jawaban ke meja seonsaengnim.

"Huaaahhh.... ulangannya sulit!" keluh Haha.
"Sulit? Masa' sih?" kata Jongkook dengan sombongnya.
"Ya! Kamu kan pintar. Jelas saja bisa mengerjakannya!" seru Jaesuk.
"Yang penting aku mengerjakannya." kata Kwangsoo santai.

Keesokan harinya....

"Hasil ulangan kemarin akan dibagikan." kata Myuk seonsaengnim.
"Sudah selesai diperiksa? Cepat amat." kata Haha.
"Kelas ini kan cuma 7 orang, makanya cepat." kata Myuk seonsaengnim. "Nilainya akan saya umumkan."
"Nilai tertinggi diraih oleh Kim Jongkook!! Nilai 98!"
"Ah, sudah biasa." kata Kwangsoo. Jongkook hanya mendelik ke Kwangsoo.
"Urutan kedua diraih oleh Song Jihyo!! Nilai 90!"
"Kyaaaa!!! Horeeeee!!!" seru Jihyo girang.
"Chukkae, Jihyo-ah~" Gary memeluk Jihyo.
"Ya! Ini bukan hari Senin!!" Jihyo memukul pundak Gary.
"Urutan ketiga diraih oleh..... Lee Kwangsoo!! Nilai 85!"
"YEAAAAAAAHHHHHHH.............!!!!!" Kwangsoo berteriak girang.
"Kwangsoo dapat 85?! Ga mungkin!" kata Jihyo.
"Eiii... Noona..." balas Kwangsoo.
"Kok bisa?" Jaesuk heran.
"Aku kan nyontek Jongkook hyung." kata Kwangsoo dalam hati.
"Urutan keempat diraih oleh Ji Sukjin!! Nilai 80!"
"Feel!"
"Touch!"
"Cross!"
"Easy Brother masuk 5 besar! Keajaiban!" seru Jongkook.
"Mustahil!" seru Haha.
"Eiii... kami juga bisa dapat nilai tinggi." kata Sukjin.
"Urutan kelima diraih oleh Kang Gary! Nilai 75!"
"Yes!" seru Gary.
"Urutan keenam diraih oleh Yoo Jaesuk! Nilai 70!"
"Kecil banget nilaiku. maklum, ngasal." kata Jaesuk.
"Urutan terakhir... Haha! Nilai 60!"
"Haha oppa paling terakhir!" Jihyo terlihat senang.
"Untung aku bukan yang terakhir." Jaesuk lega.
"Ya! Ha Dong Hoon! Aku akan mengajarimu matematika! Jangan sampe dapet nilai jelek lagi!!!" teriak Jongkook.
Haha hanya menunduk.

"Oke. Besok kita ulangan IPA." kata Myuk seonsaengnim.
"APAAAAAA????!!!!!"



END~

Author's bacot time.
Selesailah fanfic kali ini. Gimana? Bagus ga? Kasih tau pendapat kalian yaaa~
Don't be a silent reader.
Gamsahamnida~

Minggu, 18 November 2012

#SingkatanAlaDCP

Singkat kata, kemaren malam tuh Mimin cantik natural pimpinan tertinggi fanbase Detective Conan @DConanParody, bikin hestek #SingkatanAlaDCP. Ceritanya, nama-nama chara DC dijadiin kepanjangan dari suatu singkatan.... Dan hasilnya adalah sebagai berikut.

Cekidot!! (ada sumbangan dari followers tercinta juga :* )

#SingkatanAlaDCP

1. GIN = Gue Itu Narsis
2. VODKA = Vermouth Orang Desa Kayak Aku
3. KUROBA = KURang OBAt
4. ERI = Emak Ran Ihihihi
5. KUDO = Kurang Udang Di Omeletnya
6. AI = Anak Ilang
7. CONAN = Contoh Orang Necis And Narcis (via: Ln1885)
8. KAZUHA = KAlah ZUdi HArian (via: DCorMK)
9. KAITO = KAyang Indah TOichi
10. SUBARU = SUka BAju baRU
11. AOKO = Aduh Ongkos Kurang gOpek (via: KaitoKurobaKid)
12. TAKAGI = TAKut sAkit GIgi
13. MIWAKO = MIrip WAjah KObayashi
14. TAKAGI = TAKut sAkit laGI (via: dhefaraaurella)
15. JODIE = JOmblo DItinggal pErgi
16. SAGURU = SAking GalaUnya jadi ngeRUsuh
17. MEGURE = MEmang GUrame Enak (via: haaniyahy)
18. LUPIN = LUpa dan PIkuN
19. JAMES = JAngan MEnyusahkan Saya
20. CAMEL = CAri Mantan Emang Lelah
21. CHIANTI = CHIki hANya TIgaratus
22. RAN = Rasanya lamA Nunggunya (via: dhefaraaurella)
23. AKEMI = Aku KEkurangan MInum
24. GENTA = GENdut dan piTAk (via: Gayuhtr12)
25. MOURI = MObil Usang kRedItan
26. AYUMI = Aku unYu MIrip ayutingting (via: Korn_BO)
27. JUZO MEGURE = JUragan mirip ZOmbie jual MEntega, GUla dan paRE (via: Korn_BO)
28. RAN = Rawr... Aku anak Nakal (via: Korn_BO)
29. YUKIKO = nYUri KIngkong Ketauan Orang (via: Gayuhtr12)
30. CONAN = COol daN edAN (via: putri1012)
31. SHINICHI = SHIap NerIma CHInta ran (via: akwilaem)
32. YUSAKU = nYari Uang SAKU


----
Begitulah.... manakah yang kamu suka?? :)

Mimin @DConanParody : Berasa alay ya... tulisannya gede-kecil begitu... =_="
Saya : ...................iya......

Source : @DConanParody on Twitter


Minggu, 21 Oktober 2012

Avatar Salah Gaul @DConanParody

Avatar salah gaul yang pernah dipasang sama mimin @DConanParody :

1. Avatar salah gaul versi Ramadhan 2012.

2. Avatar salah gaul versi Master Chef (Deganichi - Marinkran - Junakai)


3. Avatar salah gaul versi Pilkada Jakarta (Heijokowi - Shinichihok)


4. Avatar salah gaul versi Hari Kartini


5. Avatar salah gaul versi Ramadhan 2013.



6. Avatar salah gaul versi kemerdekaan Indonesia 2013


7. Avatar salah gaul versi Halloween 2013


8. Avatar salah gaul versi natal 2013 dan tahun baru 2014


9. Avatar salah gaul versi maulid Nabi Muhammad SAW 2014


Minggu, 14 Oktober 2012

Kuroshitsuji Fanfiction : That Butler, Shopping.

Konnichiwa~ *bows*
Kali ini author membawakan eh... menuliskan fanfic Kuroshitsuji. Nulis fanfic di fandom ini soalnya saya baru beli komik Black Butler 14! Covernya ga nahaaaannn.... *0*
Okelah.. awal kata, selamat membaca!! :)

Kuroshitsuji Fanfiction : That Butler, Shopping
Disclaimer: kalo Kuroshitsuji aka Black Butler punya saya, udah saya nikahin tuh Grell sama Sebastian~ Makanya, Kuroshitsuji aka Black Butler cuma punya Yana Toboso!
Warning: OOC, gaje, abal, aneh bin ajaib, mungkin ada typo, FF ini sudah pernah saya post di akun dA saya.

Pagi hari yang damai di kediaman Phantomhive. Seorang anak pemimpin perusahaan Funtom Company yang sangat terkenal sejagat raya, Ciel Phantomhive, sedang menikmati sarapannya yang disediakan oleh butler rambut belah tengah yang sebenarnya adalah iblis, Sebastian Michaelis.

"Bocchan, bahan-bahan makanan di rumah ini sudah menipis." kata Sebastian.
"Ya, sudah. Hari ini kamu pergilah belanja ke pasar untuk membeli kebutuhan-kebutuhan." kata Ciel.
"Hah? ke pasar?? Iblis ganteng kayak gue mesti ke pasar?? Demi kutang Fir'aun, ke pasar tuh ga banget!!" kata Sebastian dalam hati, mana mungkin diucapin langsung, bisa-bisa Ciel ngamuk terus baca ayat kursi(?), ntar Sebastian kepanasan.
"O,ya, bareng Tanaka saja untuk membantumu berbelanja." tambah Ciel.
"Yes, my Lord." kata Sebastian.
"Sebelum pergi, buatkan aku Gateau Chocolate beserta tehnya ya!" kata Ciel.
"Yes, my Lord." jawab Sebastian.

Setelah membuat Gateau Chocolate dan Earl Grey Tea untuk Bocchan-nya tersayang, Sebastian dan Tanaka pergi ke Pasar Anyay(?) yang ada di kota London.
Sesampainya di Pasar Anyay, Sebastian mengambil list barang belanjaan yang akan dibelinya.

"Cukup banyak barang-barang yang akan dibeli."
"Ho Ho Ho…"
"Ayo, kita mulai belanja, Mr. Tanaka."
"Ho Ho Ho…"

Sebastian dan Tanaka mulai berkelana(?) di Pasar Anyay demi mendapatkan barang-barang yang mereka butuhkan. Lalu, mereka berhenti di sebuah toko.

"Hmm… Toko ini… rasanya aneh.." kata Sebastian.
"Ho Ho Ho.."
"Ayo, masuk. Siapa tau ada barang yang kita butuhkan disini."
"Ho Ho Ho…"

Sebastian dan Tanaka memasuki toko itu. Toko itu sangat sempit dan gelap. Banyak sarang laba-laba, tumpukan buku-buku tua, dan peti mati berkeliaran(?) dimana-mana.

"Aku ga yakin ada barang yang kita butuhkan disini." kata Sebastian.
"Hii… hii… hi.. hi…"
"Lho, Tanaka? Cara tertawamu berubah, ya?" tanya Sebastian.
"Hi… hii… hi.. hii…"
"Hah? Darimana suara itu? Tanaka tidak tertawa!" kata Sebastian.

Krieeettt…. tiba-tiba sebuah peti mati yang disandarkan di dinding terbuka dan keluarlah seseorang yang berambut warna abu-abu, matanya tidak terlihat, tersenyum dengan aneh, berbaju hitam panjang, dan memakai topi, sambil tertawa.

"Hi… hi… hi.. hi... Selamat da…. tang…."
"Undertaker!!" sahut Sebastian.
"Hi… hi.. hi… kau Sebastian Michaelis kan? Butler di keluarga Phantomhive itu, kan? Hi.. hi.. hi.." kata Undertaker.
"Ya. Kami masuk ke sini karena kupikir ada barang yang kami cari disini." kata Sebastian.
"Hi.. hi.. hi… kamu membutuhkan peti mati? Disini ada banyak.. Hi.. hi.. hi…" kata Undertaker.
"Tidak, terima kasih. Kami permisi." kata Sebastian.
"Hei, butler! Apakah itu majikan barumu? Hi.. hi…" kata Undertaker sambil menunjuk Tanaka.
"Oh… bukan… ini Mr. Tanaka, Steward di Phantomhive House." jawab Sebastian.
"Ho.. ho…ho…"
"Hi.. hi…hi…"
"Ho…ho…ho…"
"Hi.. hi…hi…"
"Ho Ho Ho"
"Hi.. Hi.. Hi…"

Sebastian ber-sweat drop ria melihat tingkah Undertaker dan Tanaka yang asyik ber-hohoho-hihihi itu.

"Mr. Tanaka, ayo kita pergi." kata Sebastian sambil menyeret Tanaka.
"Ho.. ho.. ho.."
"Terima kasih atas kedatangannya… Hi.. hi.. hi…" kata Undertaker.

Sebastian dan Tanaka melanjutkan perjalanan mereka di Pasar Anyay. Lalu, mereka melihat sebuah toko yang penuh kacamata. Sebastian dan Tanaka masuk ke dalam toko itu karena ingin membeli kacamata baru untuk Maylene.

"Selamat datang." kata pemilik toko.
"Kau… William .T. Spears!!" sahut Sebastian.
"Kau lagi. Ada apa? Mau membeli kacamata?" tanya William dengan dingin.
"Tentu saja. Tolong kacamata dengan minus 15." jawab Sebastian. (Gileee… Minus-nya Maylene gede amat yah.)
"Baiklah. Tunggu 10 menit dan kau akan mendapatkan kacamata itu." kata William.

Sebastian dan Tanaka menunggu kacamata pesanannya jadi. Sebastian menunggu sambil mengikir kuku, dan Tanaka tetap minum teh Jepang nya. 10 menit kemudian….

"Sebastian Michaelis. Ini pesananmu." kata William.
"Terima kasih. Berapa?" tanya Sebastian.
"Rp200.000,00" jawab William. (Kok di London pake mata uang rupiah ya? Biarin ajalah… fanfic ini.. #digebukkin readers)
"Baiklah. Ini uangnya. Terima kasih." kata Sebastian.
"Ya."

Sebastian dan Tanaka berkelana lagi. Lalu, mereka melihat toko yang sangat bersih, dicat putih, dan banyak hiasan bulu-bulu di dinding toko itu.

"Ini toko alat kebersihan. Kita harus masuk karena kita harus membeli pewangi lantai, pembersih lantai, detergen, dan sabun colek. Tapi, aku merasa tidak enak hati." kata Sebastian.
"Ho.. ho.. ho.."

Sebastian dan Tanaka memasuki toko itu. Toko itu sangat bersih dan wangi. Hanya saja, Sebastian agak kesal memasuki toko itu.

"Selamat datang. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pemilik toko.
"Ya. Saya butuh pewangi lantai, pembersih lantai, detergen, dan sabun colek." jawab Sebastian.
"Kau..!!! Iblis ituu..!!!!"
"Sudah kuduga kau pemilik toko ini, Angela! Tak kusangka kau punya toko alat kebersihan seperti ini." kata Sebastian.
"Segala hal yang tidak bersih di dunia ini harus dihilangkan!" sahut Angela.
"Ya.. ya… cepat berikan barang pesananku!" sahut Sebastian.
"Ash!! Bawakan barang pesanan iblis ini!!" teriak Angela.
"Ya… ya.. ini dia barangmu, Sebastian Michaelis." kata Ash.
"Terima kasih. Berapa?"
"Semuanya jadi Rp45.000,00."
"Ini uangnya. Terima kasih."

Sebastian dan Tanaka buru-buru keluar dari toko itu dan berkelana kembali. Mereka menemukan toko yang tidak kalah anehnya dari toko yang pertama. Toko itu berwarna merah!! Semuanya merah!! Warna toko dan barang-barang yang dijualnya semuanya berwarna merah.

"Uugh… firasat buruk nih.." kata Sebastian.
"Ho.. ho..ho.."

Walaupun firasat buruk memenuhi pikiran Sebastian, mereka tetap memasuki toko itu. Tiba-tiba…

"Sebby-chaaaaaaaaaaaaannnnn……………..!!!!!!!!"
"Firasat burukku terjadi!" pikir Sebastian.
"Sebby-chaaaaaaaaaaaaannnnn…...…………!!!!!!!"

Grell Sutcliff, shinigami merah itu berlari ke arah Sebastian dan melompat ke arah Sebastian dengan mulut dimajukan siap mencium Sebastian. Dengan sigap Sebastian menghindar sehingga Grell dengan sukses menubruk dinding toko.

"A… Aduuhh..! Sebby-chan! Apa yang kau lakukan pada seorang Lady!!?" teriak Grell.
"Aku hanya menghindar." jawab Sebastian.
"Sebby-chaan…!!" sahut Grell.
"Ho.. ho…ho…"
"Grell Sutcliff!! Ada apa ribut-ribut??!" sahut Madame Red, yang keluar dari tempat persembunyiannya(?).
"Ma… Madame Red!!" sahut Grell.
"Ah… Ada Sebastian… Ada yang bisa saya bantu?" tanya Madame Red.
"Yaa… Saya ingin melihat barang-barang dulu." jawab Sebastian.
"Silakan… Kalau sudah memutuskan barang mana yang akan dibeli taruh saja di keranjang ini dan bawa ke kasir." kata Madame Red. (Ooh… rupanya toko milik Madame Red dan Grell Sutcliff ini seperti swalayan.)
"Baik, Madame."
"Ho.. Ho.. Ho…"

Sebastian sibuk memilih barang belanjaannya. Dia mengambil beras merah, daging, permen-permen berwarna merah, bayam merah, sirup rasa cocopandan (warnanya merah), dan barang-barang lainnya. Tanaka asyik minum teh bersama Madame Red. Grell mengikuti Sebastian terus.

"Apa maumu, Grell Sutcliff? Daritadi mengikutiku terus." tanya Sebastian.
"Sebby-chaaan… masih nanya aja… tentu saja aku mau.. kissu darimu.. dengan lidah.." jawab Grell dengan pandangan yang penuh cinta.
"Hei, hei… jangan mengubah fic ini jadi rated M, ya.." kata Sebastian.
"Tidak apa-apa, Sebastian.. Lagipula Bocchan-mu sudah mengijinkannya…" kata Grell.
"Aah.. cantiknya…"
"Kau mengatakan aku cantik??" Grell kegirangan.
"Lembutnya… hangat… aah… kau memang menggemaskan…"
"Sebby-chan!!! Kenapa kau malah lebih menyukai kucing peliharaan Madame Red itu??!" sahut Grell.
"Dia memang lebih manis." jawab Sebastian sambil menaruh kucing itu di lantai.
"Aaah..!! Sebby-chaaaan….. Jangan membuat seorang Lady kesal…" kata Grell.
"Yes, my Lady."


Grell mematung mendengar perkataan Sebastian tadi padanya. "Yes, my Lady". Kata-kata itu terngiang-ngiang di telinga Grell. Sementara Grell membeku, Sebastian menuju kasir dan membayar belanjaannya dan pulang karena belanjaannya sudah lengkap.
Setelah Sebastian meninggalkan toko, Madame Red menghampiri Grell.


"Grell? Grell? Ada apa denganmu?" tanya Madame Red.
Grell tidak menjawab. Dia tetap membeku sambil tersenyum bahagia.
"Grell?! Grell Sutcliff!!! Ah, sudahlah.. biarkan saja dia.." kata Madame Red.

Sebastian dan Tanaka kembali ke Phantomhive House. Waktu sudah menunjukkan jam 1 siang. Saatnya Ciel makan siang.

"Kami pulang." kata Sebastian.
"Selamat datang, Sebastian!" sambut Maylene, Finny, dan Bard.
"Ho.. ho… ho.."
"Ya. Maylene, ini kacamata baru untukmu. Bocchan membelikanmu." kata Sebastian.
"Aah… Terima kasih, Sebastian!" kata Maylene dengan muka yang merah.
Sebastian menuju ke ruangan Ciel.
"Bocchan, saya sudah kembali dari pasar." kata Sebastian.
"Ya. Sekarang siapakan makan siang untukku. Aku sudah lapar." kata Ciel.
"Yes, my Lord."

FIN~
Selesai juga deh.... seperti yang sudah ditulis di "Warning", fic ini sudah pernah saya post di dA saya (dewilacie.deviantart.com).

Akhir kata, komentarnya boleh?