Dengan penuh percaya diri, Apollo melangkahkan kakinya ke tengah panggung yang berbentuk lingkaran itu. Panggung yang akan menentukan siapa yang terkuat. Para penonton yang berdiri mengitari panggung itu bersorak mendukungnya, tetapi ada juga yang bersorak untuk menurunkan mentalnya. Hal itu tidak mengganggu Apollo. Rasa percaya diri dan semangatnya tetap tinggi. Ia yakin kalau hari ini ia akan menang dan membuat Tuannya senang. Ia sudah puluhan kali menang dan ia yakin hari ini ia bisa menang lagi.
Apollo memejamkan kedua matanya, menikmati embusan angin bermain di antara rambut hitamnya yang berkilauan. Sorakan penonton semakin keras mengiringi kedatangan sesorang yang berambut hitam kehijauan yang berkilat terkena sinar matahari yang baru saja memasuki panggung.
Apollo menatap orang yang baru datang itu. Tubuhnya tegap dan terlihat kuat. Di kakinya terpasang senjata yang kuat yang pasti akan langsung melukai seseorang yang ia tendang. Tetapi Apollo tidak gentar sedikit pun karena senjata di kakinya juga tidak kalah hebat dari milik orang itu. Ia melemparkan senyum kepada orang itu.
"Siapa namamu?" tanya Apollo.
Si Rambut Kehijauan itu tidak menjawab. Ia hanya mendengus mendengar pertanyaan Apollo yang terkesan sok akrab.
"Huh. Sombong. Lihat saja, muka sombongmu itu akan hancur nanti!" seru Apollo.
Bunyi bel tanda pertandingan dimulai bendentang keras. Si Rambut Kehijauan itu langsung berlari menyerang Apollo dan meluncurkan tendangannya ke wajah Apollo. Untungnya, Apollo tidak lengah sedikit pun. Ia berhasil menghindarinya.
"Wah, cepat sekali kau. Benar-benar tidak membuang waktu," ucap Apollo.
Apollo berlari cepat mendekati Si Rambut Kehijauan. Ia melompat sambil berputar dan meluncurkan tendangan.
"Tornado Bintang!!!" seru Apollo.
Tendangan berputar Apollo berhasil menghantam lengan Si Rambut Kehijauan. Si Rambut Kehijauan mundur beberapa langkah.
"Cih! Meleset!" gerutu Apollo saat ia mendarat ke tanah. "Tadinya aku ingin langsung menghajar kepalamu."
Si Rambut Kehijauan hanya mendengus sambil menatap lengannya yang berdenyut. Melihat kesempatan ini, Apollo langsung berlari dan menyerang SI Rambut Kehijauan lagi. Sayangnya, kali ini Si Rambut Kehijauan berhasil menangkis tendangan Apollo.
Apollo segera mundur beberapa langkah sebelum Si Rambut Kehijauan menyerangnya. Si Rambut Kehijauan melompat sambil berputar dan meluncurkan tendangan. Tendangannya berhasil mengenai kepala Apollo. Apollo terhuyung-huyung dan jatuh tersungkur.
"Sial... Itu jurusku," gumam Apollo.
"Hm? Apa tadi namanya? "Tornado Bintang"?" Si Rambut Kehijauan tersenyum mengejek.
Wajah Apollo memerah. "Beraninya kau...!"
Apollo melemparkan pandangannya ke arah penonton. Ia bisa melihat Tuannya khawatir tetapi masih menyemangatinya. Dengan sekuat tenaga, Apollo berdiri lagi. Ia tidak mau mengecewakan Tuannya.
"Aku tidak apa-apa, Tuan. Aku akan menghadiahkan kemenangan padamu," bisik Apollo.
Apollo berlari cepat menghadang Si Rambut Kehijauan. Ia kembali meluncurkan serangan bertubi-tubi pada Si Rambut Kehijauan. Si Rambut Kehijauan selalu bisa menangkis semua serangan Apollo.
Tenaga Apollo semakin menipis. Dengan napas terengah-engah, ia mundur beberapa langkah. Ia berusaha mencuri beberapa detik untuk memulihkan tenaganya.
"Ukh... Kenapa dia kuat sekali? Pertahanannya sangat kuat. Sulit sekali menghancurkannya. Malah aku yang kelelahan..." batin Apollo.
Belum sedetik Apollo mengatur napasnya, ia sudah menerima terjangan keras dari Si Rambut Kehijauan. Apollo kewalahan menangani serangan-serangan darinya. Apollo terjatuh lagi.
"Cuma itu saja kemampuanmu?" suara dingin Si Rambut Kehijauan yang meremehkan Apollo membuatnya kesal.
"Be-Berisik! Tak kusangka ada yang lebih kuat dariku!" gerutu Apollo kesal.
Apollo kembali mendapat serangan bertubi-tubi. Ia semakin kewalahan. Tenaganya habis dan seluruh tubuhnya terasa sakit. Bahkan ia bisa merasakan ada beberapa tulangnya yang patah. Darah yang terciprat dari lukanya menutupi pandangannya.
"Agh!!" Apollo mengerang menerima serangan dari Si Rambut Kehijauan.
Kakinya sudah tidak bisa menopang berat badannya lagi. Ia terjatuh ke tanah. Tetapi Si Rambut Kehijauan masih saja menyerang Apollo tanpa ampun.
Pandangannya memburam. Rasa sakit membuat kedua kelopak matanya berat. Apollo melirik ke arah Tuannya. Tuannya terlihat khawatir dan meminta Apollo berdiri lagi.
"Maaf, Tuan... Aku mengewakanmu hari ini..."
Kegelapan pun menyelimuti Apollo.
Tampilkan postingan dengan label Orific. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orific. Tampilkan semua postingan
Senin, 07 Januari 2019
Selasa, 26 September 2017
[Orific: Pottermore OC] Their Identity
Pottermore OCs Identity
1. Name : Elena Whitney
Gender : Female
Age : 13 years old
Nationality : English
Species : Pure blood wizard
School : Hogwarts
House : Slytherin
Hobby(ies) : Reading, searching for cat's fleas
Talent : Flying with broom, making potions
Pet : Black Cat
Sibling(s) : None
2. Name : Theodore Anderson
Gender : Male
Age : 15 years old
Nationality : Canadian
Species : No-maj who can do magic
School : Ilvermorny
House : Wampus
Hobby(ies) : Reading, drinking coffee
Talent : dark magic
Pet : Ginger cat
Sibling(s) : 1 younger brother, Liam
3. Name : Liam Anderson
Gender : Male
Age : 14 years old
Nationality : Canadian
Species : No-maj, can't do magic
School : Elite Junior High School
House : -
Hobby(ies) : Reading, playing baseball, drinking tea
Talent : Baseball
Pet : Golden Retriever
Sibling(s) : 1 older brother, Theodore.
Notes:
- Those three are childhood friend
- They met in England, but Theo and Liam moved to Canada
- Liam secretly loves Elena.
- Theo always protects them.
- Elena was bullied when she was kid, Theo and Liam saved her from the bullies.
- Elena has black and white hair and she ashamed of her hair. Theo dyed his hair like Elena's hair so that she won't be ashamed of her hair.
1. Name : Elena Whitney
Gender : Female
Age : 13 years old
Nationality : English
Species : Pure blood wizard
School : Hogwarts
House : Slytherin
Hobby(ies) : Reading, searching for cat's fleas
Talent : Flying with broom, making potions
Pet : Black Cat
Sibling(s) : None
2. Name : Theodore Anderson
Gender : Male
Age : 15 years old
Nationality : Canadian
Species : No-maj who can do magic
School : Ilvermorny
House : Wampus
Hobby(ies) : Reading, drinking coffee
Talent : dark magic
Pet : Ginger cat
Sibling(s) : 1 younger brother, Liam
3. Name : Liam Anderson
Gender : Male
Age : 14 years old
Nationality : Canadian
Species : No-maj, can't do magic
School : Elite Junior High School
House : -
Hobby(ies) : Reading, playing baseball, drinking tea
Talent : Baseball
Pet : Golden Retriever
Sibling(s) : 1 older brother, Theodore.
Notes:
- Those three are childhood friend
- They met in England, but Theo and Liam moved to Canada
- Liam secretly loves Elena.
- Theo always protects them.
- Elena was bullied when she was kid, Theo and Liam saved her from the bullies.
- Elena has black and white hair and she ashamed of her hair. Theo dyed his hair like Elena's hair so that she won't be ashamed of her hair.
[Orific: Pottermore OC] Liam's Daily Life
7.00 AM - Wake up
7.00 AM ~ 7.30 AM - Reading newspaper + early morning tea
7.30 AM ~ 8.05 AM - Take a bath
8.05 AM ~ 8.15 AM - Dressed
8.15 AM ~ 8.40 AM - Breakfast
8.40 AM - Go to school
9.00 AM ~ 11.30 AM - Study at school
11.30 AM ~ 12.45 PM - Break time (lunch)
12.45 PM ~ 14.50 PM - Study again
14.50 PM ~ 16.00 PM - Go shopping books or go to post a letter to his brother, Theo and Elena)
(If not shopping) 14.50 PM ~ 16.00 PM - Play baseball with friends.
16.00 PM ~ 16.30 PM - Go home
16.30 PM ~ 17.30 PM - Violin lesson
17.30 PM ~ 18.00 PM - Have juice or tea and snacks before dinner
18.00 PM ~ 18.35 PM - Take a bath
18.35 PM ~ 19.30 PM - Dinner with family (exclude Theo)
19.30 PM ~ 22.00 PM - Study and do homework(s), (sometimes he asks the chef to make him sweets to help him concentrate studying)
22.00 PM ~ 22.05 PM - Brush his teeth
22.05 PM - Sleep
Sometimes he sleeps at 23.00 because he reads some novel books.
7.00 AM ~ 7.30 AM - Reading newspaper + early morning tea
7.30 AM ~ 8.05 AM - Take a bath
8.05 AM ~ 8.15 AM - Dressed
8.15 AM ~ 8.40 AM - Breakfast
8.40 AM - Go to school
9.00 AM ~ 11.30 AM - Study at school
11.30 AM ~ 12.45 PM - Break time (lunch)
12.45 PM ~ 14.50 PM - Study again
14.50 PM ~ 16.00 PM - Go shopping books or go to post a letter to his brother, Theo and Elena)
(If not shopping) 14.50 PM ~ 16.00 PM - Play baseball with friends.
16.00 PM ~ 16.30 PM - Go home
16.30 PM ~ 17.30 PM - Violin lesson
17.30 PM ~ 18.00 PM - Have juice or tea and snacks before dinner
18.00 PM ~ 18.35 PM - Take a bath
18.35 PM ~ 19.30 PM - Dinner with family (exclude Theo)
19.30 PM ~ 22.00 PM - Study and do homework(s), (sometimes he asks the chef to make him sweets to help him concentrate studying)
22.00 PM ~ 22.05 PM - Brush his teeth
22.05 PM - Sleep
Sometimes he sleeps at 23.00 because he reads some novel books.
Langganan:
Postingan (Atom)