Rabu, 08 Agustus 2018

Review Ala Sorangan: K-Drama "Nothing to Lose"

Halooo~
Kali ini aku pengen banget nulis review buat K-Drama yang judulnya Nothing to Lose. Kemarin tanggal 7 Agustus 2018, baruuuuu banget selesai nonton drama ini (Iya tahu telat banget). Ini pertama kalinya aku nulis review. Sebenarnya bukan review sih, tapi lebih ke fangirl's screaming/rant, makanya bahasa yang aku pake ga bakal formal-formal amat. Perlu diperhatikan bahwa tulisan ini bakal banyak spoiler. READ AT YOUR OWN RISK!!! Ya sudah, langsung saja yaa.

Nothing to Lose atau Judge v.s Judge ditayangkan di SBS mulai dari tanggal 22 November 2017 s/d 11 Januari 2018 (Telat banget dah lu, thor!). Jumlah episodenya sebanyak 32 episode. Drama ini menceritakan seorang hakim bernama Lee Jung Joo yang kadang suka memaki tersangka saat sidang yang berusaha membuktikan bahwa kakak laki-lakinya tidak bersalah atas kasus pembunuhan dan pemerkosaan.

Pertama, aku mau bahas tentang story writingnya. Story writingnya mantul banget dah! Plot twist di sepanjang drama gak nahan banget. Mantul! Mantab betul! Writer-nya perlu dikasih penghargaan. Penulisan untuk setiap karakter juga bagus. Rasanya seperti membuka kotak di dalam kotak. Ketika kamu mengira sudah melihat isinya saat membuka kotak itu, eeh ternyata masih ada kotak lagi di dalamnya. Panutanku emang.

Lalu mau bahas penulisan tiap karakter.
Pertama, Lee Jung Joo, main female lead, diperankan oleh Park Eun Bin. Aku suka Lee Jung Joo karena dia wanita kuat dan terus fokus dengan tujuannya. Park Eun Bin juga bagus banget peranin Lee Jung Joo. Pas episode awal dia bodor banget karena dia maki-maki tersangka sampai naik meja. Itu ngakak banget. Tetapi, makin kesini Lee Jung Joo jadi orang yang serius. Padahal di sinopsis, Lee Jung Joo adalah hakim yang terkadang memaki-maki tersangka. Otomatis kupikir hal itu jadi trait-nya Lee Jung Joo. Tetapi lama kelamaan, trait itu hilang, dia jadi berasa kayak orang lain. Padahal biar trait awalnya di sinopsis itu ga hilang, mungkin lebih baik pas dia interogasi Do Jin Myung dia agak memaki beliau atau minimal sarkas dikit lah atau keluar kata-kata kasar. Hilangnya trait Lee Jung Joo yang ini agak disayangkan.
Hal lain yang aku suka dari Lee Jung Joo adalah dia clueless tentang perasaan 2 cowok yang suka sama dia. Karena sifatnya itu, sisi romance drama ini ga begitu muncul, makanya ceritanya jadi bagus. Ya... tapi walau dia clueless, setidaknya jangan terlalu sadis lah sama Do Han Joon. Han Joon sudah berusaha melidungi Jung Joo dari bahaya bahkan sampai mengorbankan perasaannya sendiri, tetapi Jung Joo kayak ga peduli gitu. Hiks... 
HAN JOON X JUNG JOO SHIPPER MANA SUARANYAAAA???!!!

Terus mau bahas Sa Eui Hyun, salah satu main male lead yang diperankan oleh Yeon Woo Jin. Sa Eui Hyun adalah karakter favoritku!! Sifatnya cool, serius, dan dia juga sangat cerdas dalam memutuskan vonisnya. Walaupun kelihatanna dia dingin dan tidak ramah, sebenarnya dia baik hati. Dia pernah ngasih sapu tangannya ke tersangka yang menangis saat sidang. Lalu dia juga beliin hadiah buat anak tersangka yang lagi sakit dan bilang kalau hadiah itu dari ibunya. Dia juga teman masa kecilnya Do Han Joon. Di awal-awal episode, udah kelihatan kalau Sa Eui Hyun itu love interest-nya Lee Jung Joo. Bahkan dari judul dramanya aja udah keliahatan. Nothing to Lose memang judul bahasa Inggrisnya. Judul bahasa Koreanya itu 이판사판 yang berarti Judge Lee dan Judge Sa. Aaaaah!! Tapi ga rela kalau Sa Eui Hyun akhirnya jadian sama Lee Jung Joo.
Aku suka banget detil character Sa Eui Hyun ini. Awalnya dia rambutnya kayak gini:

Imut kaaaan???!! Itu alasan kenapa aku suka Sa Eui Hyun (berisik, thor!). Oke, lanjut. Setelah dia menyadari perasaannya terhadap Lee Jung Joo, dia gel rambutnya jadi kayak gini:
Ini cuma teori ya... kemungkinan Sa Eui Hyun gel rambutnya kayak gitu karena dia mengira Lee Jung Joo itu suka sama Do Han Joon (rambutnya Do Han Joon di-gel kayak begitu). Makanya, dia ngikutin gaya rambutnya Do Han Joon supaya Lee Jung Joo melihat ke dia. Heeuuuuuu!!! Tidak rela. Tapi harus kuakui, ini detil yang edan banget.
Setelah episode 30 ke atas, sifat Sa Eui Hyun yang cool dan serius malah berubah jadi cheesy dan embarassing. Pas aku nonton, aku selalu teriak "WHO THE HECK IS THIS??! THIS CHEESY EUI HYUN IS NOT EUI HYUN THAT I KNOW!!!". Memang sih, karena dia jatuh cinta sama Lee Jung Joo dan Han Joo udah ga ada, dia jadi ambil kesempatan gitu... Petrus Sihombing Jakandor ke Lee Jung Joo. Tapi aku ga tahan lihat Sa Eui Hyun yang sangat OOC di episode 30 ke atas.

Lalu mari kita bahas Do Han Joon a.k.a writer's punching bag, salah satu main male lead yang diperankan oleh Dong Ha. Kenapa aku sebut Do Han Joon ini writer's punching bag? Ya karena dia karakter yang paling tragis ceritanya. Pertama, dia dari dulu sudah suka Lee Jung Joo pas Lee Jung Joo masih SMA (atau SMP ya?), tapi cintanya bertepuk sebelah tangan. Lalu, dia jadi suspect untuk kasus pembunuhan dan pemerkosaan Kim Ga Young (kasus yang menimpa kakaknya Lee Jung Joo) sehingga rasa kepercayaan Lee Jung Joo dan Sa Eui Hyun menurun terhadapnya. Dia berusaha mencari bukti bahwa bukan dia pelakunya, eeh bukti-bukti menunjukkan bahwa ayahnya yang melakukannya. Dia jadi mencurigai ayahnya, padahal dia sayang sama ayahnya. Karena ayahnya punya kekuasaan, dia harus melindungi Lee Jung Joo dari ayahnya agar Lee Jung Joo aman (Lee Jung Joo menyelidiki kasus tersebut). Berkali-kali dia diancam ayahnya sendiri. Dia jadi membenci ayahnya sendiri walaupun awalnya dia sayang. Setelah dia berhasil membuktikan dirinya tidak bersalah, Lee Jung Joo dan Sa Eui Hyun malah melarangnya untuk menyelidiki kasus tersebut. Lalu dia mengira bahwa ayahnya selalu memukuli ibunya, Yoo Myung Hee, dan berusaha melindungi ibunya. Lalu, dia menyadari perasaan Sa Eui Hyun terhadap Lee Jung Joo, akhirnya dia mundur. Dia membunuh perasaannya sendiri. KURANG TRAGIS APA COBA!!! Ditambah lagi dia mengetahui bahwa ibunya sendiri yang merupakan pelaku pembunuhan Kim Ga Young. Dia jadi break down banget. Damn... writer-nim. Dosa apa Han Joon sampai dikasih jalan cerita yang tragis? He deserved everything good. T____T
Dong Ha aktingnya bagus banget. Tiap kali Do Han Joon break down, aktingnya Dong Ha selalu berhasil menyentuh perasaan penonton T__T. Terus akhirnya, Do Han Joon seperti dibuang gitu. Damn... he deserved his own good ending after facing that kind of storm.
Oh, ya, kalau pengen tahu, Do Han Joon itu kayak begini:
 Rambutnya di-gel begitu (penting).

Selanjutnya ayo bahas Do Jin Myung, ayahnya Do Han Joon yang diperankan oleh Lee Deok Hwa. Orang ini bener-bener kotak di dalam kotak. Awalnya kita bakal mengira dia orang yang bengis, jahat, dan ambisius untuk jadi presiden. Ternyata dia seorang suami yang mencintai istrinya, Yoo Myung Hee dan kata Sa Eui Hyun, Do Jin Myung itu sangat sayang sama anaknya, Do Han Joon. This character is written well. Awalnya kita mengira dia suka memukuli istrinya, padahal sebenarnya istrinya sendiri yang suka self harm. Dia tidak pernah menyangkal bahwa dia selalu memukuli istrinya karena ia tahu penyebab istrinya self harm adalah dirinya. Dia merasa bertanggung jawab. Lalu dia berusaha menutup-nutupi kasus Kim Ga Young karena dia tidak mau istrinya menderita karena kasus itu. Dia memang cinta banget setengah mati sama istrinya. Sayang cintanya itu bertepuk sebelah tangan.
Btw, aku suka banget sama cara bicaranya. Kayak politikus banget. Wibawanya dapet!

Selanjutnya Yoo Myung Hee, ibunya Do Han Joon yang diperankan oleh Kim Hae Sook. Awalnya kita akan mengira dia ibu yang baik, ternyata dia pelaku yag sebenarnya. Dia membenci Do Jin Myung karena mereka menikah memang karena kecelakaan. Dia mencintai Sa Jung Do, ayahnya Sa Eui Hyun. Menurutku penulisan karakter ini cukup bagus. Dari sifatnya yang keibuan tetapi masih punya ego yang tinggi. Cuma menurutku, agak sayang aja pas dia mencoba bunuh diri tetapi minta tolong orang lain. Seharusnya dia mencoba bunuh diri dengan usahanya sendiri. Pasti lebih berkesan dan impact kegagalannya lebih bagus.

Selanjutnya Sa Jung Do, ayahya Sa Eui Hyun yang diperankan oleh Choi Jung Woo. Dia sahabatnya sekaligus pengacaraya Do Jin Myung. Dia selalu membela Do Jin Myung walaupun Eui Hyun tidak suka. Makanya hubungan mereka agak merenggang. Sa Jung Do itu menurutku agak membosankan. Kenapa? Karena 80% setiap kali dia muncul pasti lagi duduk. Kalo ga di rumahnya, di kantornya Do Jin Myung, atau di ruang sidang. Duduuuuuk terus. Tapi akhirnya aku suka karena hubungan Sa Jung Do dan Sa Eui Hyun membaik antar ayah dan anak.

Terus siapa lagi yaaa... hmm... Oh, ya! Semua hakim-hakim side character aja deh. Sifat mereka beragam jadinya mereka ga membosankan. Kebanyakan adegan yang melibatkan para hakim senior yang laki-laki itu lucu, mungkin tujuan mereka buat comic relief kali ya. Tetapi aku seneng karena writer tidak melupakan mereka. Mereka dikasih ceritanya masing-masing. Cuma aku ngerasa agak kurang sreg sama ceritanya hakim yang namanya Jung Chae Sung. Awalnya ga ada tanda apapun, tiba-tiba dia jadi gay. Rasanya agak maksa. Seakan PD-nya tuh "Hey, drama kita harus dukung lgbt. Kita jadiin aja Chae Sung gay." Bukannya apa-apa, awalnya dia sama sekali ga ada hint apa-apa, bahkan dia punya tunangan cewek, dan ada semacam kemungkinan terbentuk OTP(?) dengan salah satu murid internship yang punya anak itu, eeh.. tau-tau jadi gay. Memang sih di episode akhir-akhir ga dikasih secara tersurat bahwa Chae Sung itu gay. Tetapi secara tersirat bisa diambil kesimpulan begitu karena tingkah dia yang marah-marah saat Hakim Yoon mengeluh soal tersangka yang gay dan dia juga tiba-tiba membatalkan pertunangannya.

Segitu dulu aja. Ingat! Review ini pure pendapatku. Jadi jangan marah kalau pendapat kalian berbeda denganku. :*
Kalau dinilai sih... drama Nothing to Lose ini bakal aku kasih nilai 7,5/10.
Terima kasih sudah mau membaca review fangirl's screaming-ku.

Until next time!

Selasa, 26 September 2017

[Orific: Pottermore OC] Their Identity

Pottermore OCs Identity

1. Name          : Elena Whitney
    Gender       : Female
    Age             : 13 years old
    Nationality  : English
    Species      : Pure blood wizard
    School        : Hogwarts
    House        : Slytherin
    Hobby(ies) : Reading, searching for cat's fleas
    Talent         : Flying with broom, making potions
    Pet             : Black Cat
    Sibling(s)    : None
2. Name          : Theodore Anderson
    Gender       : Male
    Age             : 15 years old
    Nationality  : Canadian
    Species      : No-maj who can do magic
    School        : Ilvermorny
    House        : Wampus
    Hobby(ies) : Reading, drinking coffee
    Talent         : dark magic
    Pet             : Ginger cat
    Sibling(s)    : 1 younger brother, Liam
3. Name          : Liam Anderson
    Gender       : Male
    Age             : 14 years old
    Nationality  : Canadian
    Species      : No-maj, can't do magic
    School        : Elite Junior High School
    House        : -
    Hobby(ies) : Reading, playing baseball, drinking tea
    Talent         : Baseball
    Pet             : Golden Retriever
    Sibling(s)    : 1 older brother, Theodore.

Notes:
- Those three are childhood friend
- They met in England, but Theo and Liam moved to Canada
- Liam secretly loves Elena.
- Theo always protects them.
- Elena was bullied when she was kid, Theo and Liam saved her from the bullies.
- Elena has black and white hair and she ashamed of her hair. Theo dyed his hair like Elena's hair so that she won't be ashamed of her hair.

Mau Posting Orific

Rasanya sudah 100 tahun tidak nge-blog. Kalau biasanya aku posting fanfic sama shitposting Detective Conan, kali ini aku mau posting orific. Orific itu apa? Original Fiction. Cerita fiksi buatan sendiri. Karakternya juga hasil buatan sendiri (original character/OC). Bisa OC fandom atau OC pribadi.
Tiap postingan orific bakal dikasih label "orific", jadi kalau mau cari postingan orific, tinggal klik aja labelnya.
Sudah lama aku tidak menulis, jadi sepertinya kemampuan menulisku menurun. Mohon maaf jika ceritanya kurang memuaskan atau diksinya jelek.
Darimana biasanya aku dapat ide cerita? Dari mimpi. Saat aku tidur, itu saat dimana aku mencari ide. Aneh kan? Ya, sudah, selamat membaca! Jangan lupa tinggalkan kesan pesanmu ya setelah membaca! :*

[Orific: Pottermore OC] Liam's Daily Life

7.00 AM - Wake up
7.00 AM ~ 7.30 AM - Reading newspaper + early morning tea
7.30 AM ~ 8.05 AM - Take a bath
8.05 AM ~ 8.15 AM - Dressed
8.15 AM ~ 8.40 AM - Breakfast
8.40 AM - Go to school
9.00 AM ~ 11.30 AM - Study at school
11.30 AM ~ 12.45 PM - Break time (lunch)
12.45 PM ~ 14.50 PM - Study again
14.50 PM ~ 16.00 PM - Go shopping books or go to post a letter to his brother, Theo and Elena)
(If not shopping) 14.50 PM ~ 16.00 PM - Play baseball with friends.
16.00 PM ~ 16.30 PM - Go home
16.30 PM ~ 17.30 PM - Violin lesson
17.30 PM ~ 18.00 PM - Have juice or tea and snacks before dinner
18.00 PM ~ 18.35 PM - Take a bath
18.35 PM ~ 19.30 PM - Dinner with family (exclude Theo)
19.30 PM ~ 22.00 PM - Study and do homework(s), (sometimes he asks the chef to make him sweets to help him concentrate studying)
22.00 PM ~ 22.05 PM - Brush his teeth
22.05 PM - Sleep
Sometimes he sleeps at 23.00 because he reads some novel books.

Jumat, 09 Januari 2015

[Detective Conan] Alamat Sekolah Chara DC (yang Masih Bersekolah) ala @DConanParody

Konnichiwa~
Wah... sudah berapa tahun aku ga nulis di blog ini ya? Sibuk banget di dunia nyata sih~ ><
Kali ini aku mau nulis tentang alamat sekolah chara DC. Tentu saja ala @DConanParody. Ini idenya dapat dari seseorang yang nanya di ask.fm DConanParody, nanyain alamat sekolah (thanks buat idenya ya :*)
Oke langsung aja ya~


1. Shinichi Kudo, Ran Mouri, Sonoko Suzuki, Masumi Sera
Tokyo: Jalan Haji Anwar no. 14022. RT 05 RW 17.

2. Heiji Hattori, Kazuha Toyama
Osaka: Fujiwara no Teika Street no. 14045. Desa Sukahitam. Kelurahan Sukahitam.

3. Saguru Hakuba
London: Trafalgar Street no 666. Deket alfamart.

4. Kaito Kuroba, Saguru Hakuba (Jp Only)
Tokyo: Jalan Kapten Muslihat no 500505. Kecamatan Nusakambangan. Kabupaten Mau Aja.

5. Conan Edogawa, Ayumi Yoshida, Mitsuhiko Tsuburaya, Genta Kojima, Ai Haibara
Tokyo: Jalan Haji Anwar. RT 05 RW 17. No. 14021. Depan pegadaian.

6. Subaru Okiya
Tohto University, Jalan Buka Hatimu no 212. Desa Pelangi. Kecamatan Di Matamu. Deket indomaret sama alfa midi.


Yaay~
Baru keinget segitu chara DC yang masih sekolah .-.
Kalo keinget yang lain lagi, ntar aku tambahin.
Oke, kasih tau pendapat kalian ya~ :*

またな!!:D

Senin, 03 Februari 2014

Running Man Fanfiction: Pemilihan Ketua Kelas

Annyeong!!
Kali ini aku mau nulis fanfic Running Man! Yeey! Settingnya tetep sama, versi anak sekolahan kayak ep. 98.
Baiklah... langsung aja baca yaa...

Running Man Fanfiction: Pemilihan Ketua Kelas

Disclaimer: Running Man belongs to SBS, all members belongs to them self, this ff belongs to me.
Characters: all members jaman SMA, PD Myuk as seonsaengnim.
Warning: gaje, abal, typo, menyebalkan, DLDR.

Di Running Highschool, tepatnya kelas X.4, sedang ada pemilihan ketua kelas periode selama setahun. Sebelum hari ini terjadi, para kandidat yang ingin menjadi ketua kelas sudah mencalonkan diri dan membuat visi dan misi mereka selama kepemimpinannya nanti. Hari ini para kandidat siap membacakan visi dan misinya di hadapan seluruh murid kelas X.4.

“Baiklah. Para kandidat ketua kelas silakan maju ke depan.” kata Myuk Seonsaengnim.

Para kandidat maju ke depan. Mereka adalah Kim Jongkook dan Yoo Jaesuk.

“Hyung!! Semangat!! Aku tetap mendukungmu!!” seru Haha.
“Kim Jongkook!! Kim Jongkook!! Kim Jongkook!!” seru Kwangsoo.
“Ingat KMS, Hyung! Kami Menerima Suap!” seru Gary.
“Yeah!! KMS!!” teriak Kwangsoo.
“Semuanya tenang!” kata Myuk Seonsaengnim.
“Semuanya, FOKUS!” kata Jaesuk sembari mengeluarkan kuncup tangannya.
“Jaesuk oppa... kuncupnya sudah keluar...” kata Jihyo.

Acara dilanjutkan kembali.

“Sekarang kalian beri tahu visi misi kalian kepada teman-temanmu agar mereka bisa memutuskan memilih yang mana.” kata Myuk Seonsaengnim.

Kim Jongkook membacakan visi dan misinya terlebih dahulu.

“Visi saya adalah menjadikan kelas X.4 menjadi kelas yang paling kuat dan tak terkalahkan oleh kelas lain!” seru Jongkook sambil menebar death glare yang seakan berkata awas-lu-kalo-ga-pilih-gue. Semua murid merinding.
“Misi yang akan saya lakukan agar visi saya tercapai adalah saya akan melatih teman-teman sekalian dalam permainan “Ripped The Nametag” agar tidak pernah kalah dan saya akan mengembangkan karakter teman-teman agar teman-teman berpendirian tetap. Lalu, saya akan mengadakan belajar bersama setiap akan ada ulangan yang diberitahukan sebelumnya. Dan saya akan mengadakan olahraga bersama dan makan makanan sehat setiap 3 hari sekali. Bila misi-misi saya berhasil dijalani, tanpa ragu lagi kelas X.4 akan menjadi kelas terkuat se-Korea Selatan!!” kata Jongkook masih dengan death glare-nya.
“Ehem.. baiklah. Selanjutnya sekarang Yoo Jaesuk.” kata Myuk Seonsaengnim.
“Baiklah, teman-teman... pertama-tama FOKUS!” kata Jaesuk sambil mengeluarkan “tangan kuncup”nya.
“Wahahaha... Tim Kuncup!” seru Sukjin.
“Ehem. Baiklah. Visi saya sangat sederhana, yaitu memperkuat kekompakan seluruh murid X.4. Tidak ada pengkhianatan, curang, dan kelicikan lagi.” kata Jaesuk.

Kwangsoo terlihat salah tingkah saat Jaesuk menyebut kata “pengkhianatan”. Jihyo terlihat tertarik pada visi Jaesuk.

“Misi saya adalah selalu mengajak rekan-rekan untuk menyatukan kekuatan agar bisa mengerjakan Running Man missions. Tidak ada pengkhianatan, curang, ataupun kelicikan. Lalu, saya akan mengadakan acara foto bareng murid kelas X.4 agar kekompakan selalu terjaga. Saya juga berharap agar semua tetap kompak apapun yang terjadi.” Jaesuk memberitahukan misinya.

“Berikan teman-teman calon ketua kelas tepuk tangan.” kata Myuk Seonsaengnim.

Semuanya bertepuk tangan.

“Karena semua kandidat sudah memberitahukan visi misinya, tentunya kalian bisa memutuskan siapa yang akan kalian pilih sebagai ketua kelas kalian. Sekarang, tutup mata kalian semua.” kata Myuk Seonsaengnim.
“Kandidat juga tutup mata, seonsaengnim?” tanya Jongkook.
“Ya, kandidat juga. Jangan ada yang membuka mata ya. Yang membuka mata sebelum saya suruh, tidak akan naik kelas dan selalu “out” di awal game.” kata Myuk Seonsaengnim.
“Eyyy... apa-apaan itu, Seonsaengnim?” Kwangsoo protes.
“Ya makanya jangan membuka mata. Saya bisa melihat siapa yang diam-diam membuka mata.” kata Myuk seonsaengnim.
“Daebak...” bisik Jihyo.
“Baiklah... saya akan menyebutkan satu per satu nama kandidat ketua kelas. Jika kalian memilihnya, angkat tangan kalian. Mengerti?”
“Iyaaaa....”
“Bagi yang memilih Kim Jongkook, harap angkat tangannya.”

Beberapa anak mengangkat tangannya.

“Bagi yang memilih Yoo Jaesuk harap angkat tangannya.”

Beberapa anak mengangkat tangannya.

“Baiklah, kalian semua boleh buka mata.”

Semuanya membuka mata.

“Saya akan mengumumkan siapa pemenangnya. Ketua kelas tahun ini adalah........ KIM JONGKOOK!!!”
“Yeah!!!” Jongkook terlihat senang. Jaesuk hanya menyesali kekalahannya.
“Lagi-lagi aku kalah terhadapnya...” kata Jaesuk dalam hati.
“Yeyyyy!!! Hyung!! Chukkahamnidaaaaa.....!!!!” seru Kwangsoo dan Haha.
“Traktiran jangan lupa, hyung.” kata Gary.
“Arasseo... arasseo...” jawab Jongkook.
“Ya Haha! Jangan teriak-teriak!” seru Jaesuk.
“Kenapa? Kamu kesal ya karena kalah?” tanya Haha.
Jaesuk memegang kedua pundak Haha, begitu pula Haha.
“Ya!!”
“Ya!!”
“Sayang sekali Jaesuk kalah...” kata Sukjin pelan. “Jaesuk-ah, tak apa-apa kamu kalah. Aku masih bakal tetep jadi sunflower-mu~.” Sukjin berubah jadi “Jaesuk’s sunflower”. Jaesuk hanya sweat drop.
“Selamat untuk Kim Jongkook. Mulai hari ini, kamu adalah ketua kelas X.4.” kata Myuk Seonsaengnim.

Semua anak bertepuk tangan.

“Yoo Jaesuk menjadi wakil ketua kelas yang akan membantu kinerja ketua kelas.” lanjut Myuk Seonsaengnim.

“Semuanya.... mohon bantuannya....” kata Jongkook dan Jaesuk bersamaan.

Semua murid bertepuk tangan lagi.

FIN

Rabu, 22 Januari 2014

Kuroko No Basuke Fanfiction: Teletubbies No Basuke

Konnichiwa!
Sudah lama tidak nge-post di sini. Sibuk kuliah sih. Fufufu kali ini aku coba nulis fanfiction fandom Kuroko no Basuke. Sebenernya aku baru nonton season 1, tapi langsung jatuh cinta! Uwoooo.... langsung aja ya bacanya.


Kuroko No Basuke Fanfiction: Teletubbies

Disclaimer: Kuroko No Basuke milik Tadatoshi Fujimaki. Midorima punya sayaaaa /diinjek
Warning! : typo kemungkinan berkeliaran, gaje, menyebalkan, OOC, yang nulis OON.
Characters:
- Murasakibara as Tinkymurasaki
- Midorima as Dipmidorimasy
- Kise as Lakise
- Akashi as Pokashi
- Kuroko as Matahari
- Kagami as Kaganoonoo
- Author as narator & mic yang tumbuh di halaman(?) (yang tulisan bercetak miring)


*Matahari Kuroko muncul*
Author: Kuroko, ayo tertawa seperti matahari.
Kuroko: ..........
Author: ah, sudahlah.

Di atas bukit nan jauh, Teletubbies bermain-main...

"Satu!" Lakise muncul sambil kibas rambut. (sejak kapan Teletubbies punya rambut?)
"Dua nanodayo!" Dipmidorimasy muncul.
"Tiga!" Pokashi muncul dengan tampang serem.
"Empat! Krauss... krausss..." Tingkymurasaki muncul sambil makan cemilan.

Semua Teletubbies berlarian dengan gembira.

Inilah Teletubbies... Inilah Teletubbies...

Tingkymurasaki!
"Tingkymurasaki! Krauss... krauss..."
Dipmidorimasy!
"Dipmidorimasy nanodayo!"
Lakise!
"Lakise!"
Pokashi!
"Pokashi!"

Teletubbies, berpelukan~
"Berpelukan~" semuanya pun berpelukan.

Author: Kuroko, ini saatnya kamu tertawa.
Kuroko: ...........
Author: ah, sudahlah.

--

Kaganoonoo sedang membersihkan rumah Teletubbies.
"Slurrrp.... Sluuurppp... Sluurrrpp..." Kaganoonoo menghisap(?) lantai.
"A'o, Kaganoonoo..." Tinkymurasaki menyapa Kaganoonoo.
"Sluurrrp... Sluurrrp..." Kaganoonoo masih menghisap(?).

Tingkymurasaki pergi ke tempat kue tubby. Tingkymurasaki ingin makan kue tubby.
"Hihihi... Tingkymurasaki ingin makan kue tubby!" katanya sambil memencet tombol pembuat kue tubby.

Tingkymurasaki segera ke tempat duduk menunggu kue matang. Lalu.... tuiiiiinggg.... kue matang dan mendarat di piring Tingkymurasaki.

"Nyaam... itadakimasu.." Tingkymurasaki mulai makan.

Mari kita lihat Dipmidorimasy sedang apa..

Dipmidorimasy sedang berjalan-jalan memakai topi kesayangannya.
"Dipmidorimasy berjalan-jalan nanodayo. Memakai topi nanodayo. Topi... topi nanodayo." ia bejalan sambil bernyanyi.
Dipmidorimasy melihat Lakise sedang bermain bola.
"Ah! Itu Lakise nanodayo." seru Dipmidorimasy. "A'o, Lakise."
"A'o, Dipmidorimasycchi." balas Lakise.
Dipmidorimasy memperhatikan Lakise bermain bola.
"Dipmidorimasy memperhatikan Lakise bermain bola nanodayo."
"Dipmidorimasycchi, maukah bermain bola bersamaku?" tanya Lakise.
"Eh? Baiklah nanodayo." kata Dipmidorimasy.

Dipmidorimasy dan Lakise main passing bola. Mulai dari chest pass, bounce pass, dan overhead pass.
Lalu, Pokashi datang.

"Aka aka aka aka akashi..." Pokashi naik scooter-nya.
"A! Itu Pokashi nanodayo. A'o Pokashi.." sapa Dipmidorimasy.
"A'o Pokashicchi." sapa Lakise.
"A'o Dipmidorimasy, A'o Lakise." balas Pokashi. "Kalian sedang apa?"
"Kami sedang main passing bola." jawab Lakise.
"Hoo... Bagaimana kalo kita main shoot bola?" usul Pokashi.

Tiba-tiba sebuah benda muncul. Tuiing.

"A! Itu ring basket nanodayo." kata Dipmidorimasy.
"Kita bisa memakainya." kata Lakise.

Lakise mendribble bolanya, tapi direbut Pokashi. Pokashi langsung shoot dan berhasil masuk!

"Aaa.. Pokashicchi!" keluh Lakise.
"Hahaha.. aku akan menang! Akan kusingkirkan orang-orang yang menghalangi kemenanganku!" kata Pokashi.

Bola memantul jauh.... dan Dipmidorimasy berhasil menangkapnya. Dipmidorimasy langsung shoot dari jarak jauh.
"Dipmidorimasycchi, memang kamu bisa shoot sejauh itu?" seru Lakise.
"Hmm.... Range shoot-ku itu tidak terbatas nanodayo." kata Dipmidorimasy.
Benar, bola yang dilempar Dipmidorimasy berhasil masuk.
"Hebat, Dipmidorimasycchi!!!" seru Lakise.
"Hmm." Dipmidorimasy membetulkan letak topinya.

Lakise mendapatkan bolanya. Tapi langsung direbut Pokashi. Lakise kesal dan berniat meniru serangan Pokashi.
"Aku harus bisa meniru serangan Pokashicchi." pikir Lakise.

Lakise mempelajari gerakan Pokashicchi.
Permainan berlanjut. Kini skor Lakise, Dipmidorimasy, dan Pokashi adalah 22, 58, 60. Setiap kali bola ada di tangan Dipmidorimasy, sulit sekali direbut karena ia langsung menembakkannya.

"Aku dapat bolanya!!" seru Pokashi.
Lakise langsung merebut bola Pokashi dan langsung shoot! Tentunya ia memakai cara Pokashi ketika merebut bola darinya.
"Bagaimana, Pokashicchi? Aku hebat kan?" Lakise bangga.
"Cih!" Pokashi langsung berwajah serem.

Bola memantul tinggi.... memantul jauh.... hingga masuk ke dalam rumah para Teletubbies. Lakise, Pokashi, dan Dipmidorimasy mengejar bola itu.

"Mana bolanya?" tanya Lakise.
"Itu bolanya nanodayo. Di sebelah Tinkymurasaki." jawab Dipmidorimasy.
"A'o Dipmidorimasy, Pokashi, dan Lakise." kata Tinkymurasaki.
"A'o Tinkymurasaki." kata Dipmidorimasy, Pokashi, dan Lakise bersamaan.
"Kalian mau makan kue tubby ini?" tanya Tinkymurasaki.
"Keliatannya enak. Ayo makan dulu." sahut Lakise.

Lakise menekan tombol pembuat kue tubby, semuanya bergegas ke tempat duduk. Kue matang dan mendarat di piring masing-masing.

"Itadakimasu~"

Semua asyik makan kue tubby. Kaganoonoo menghisap remah-remah kue yang jatuh.

"Sluurrrrp... sluurrrpp... sluurrrppp.."

Kaganoonoo melihat bola yang tergeletak di lantai. Bola itu dihisap Kaganoonoo!

"Nyamm... enak..." kata Lakise.
"Kenyang..." kata Pokashi.
"Ayo main lagi!" seru Lakise.
"Main apa?" tanya Tinkymurasaki.
"Basket nanodayo." jawab Dipmidorimasy.
"Ng? Mana bolanya?" Pokashi mencari bola.
"Eh? Tadi di sebelahku.." kata Tinkymurasaki.
"Huhuhuhu... kalo ga ada bola kita ga bisa main... lagipula, itu bola kesayangan Lakise...." Lakise sedih.

Semua jadi merasa sedih karena tidak bisa bermain lagi.

"Kami semua sedih...."

Bolanya tidak ada karena dihisap Kaganoonoo.

"Eh? Kaganoonoo?"
"Kaganoonoo, ayo keluarkan bola Lakise!" seru Pokashi.
"Sluurrp... sluurrpp..." Kaganoonoo hanya berputar-putar.
"Keluarkan!! Kaganoonoo!!" Pokashi menjitak Kaganoonoo.

Kaganoonoo kaget dan langsung mengeluarkan bola Lakise.

"Yeey!! Bola Lakise!!" Lakise gembira.
"Kita bisa main lagi nanodayo." kata Dipmidorimasy.

Hyuuu.... Hyuuuu... Baling-baling berputar. Saatnya menonton video.

Teletubbies berlari keluar menuju baling-baling. Mereka menunggu dan berharap videonya akan muncul di perut mereka. Teletubbies memejamkan mata. Dan yang terpilih adalah............ Tinkymurasaki!!!
Semuanya mengelilingi Tinkymurasaki. Video kali ini adalah video "Seirin v.s Shuutoku"!!

Author: Kuroko, kamu harus tertawa sekarang!
Kuroko: .................
Author: ah, sudahlah.

--skip time--

"Sekarang apa yang harus kita lakukan nanodayo?" tanya Dipmidorimasy.
"Dipmidorimasy, kenapa wajahmu terlihat kesal? Krauss... krauuss.." tanya Tinkymurasaki.
Dipmidorimasy masih agak kesal karena melihat video "Seirin v.s Shuutoku".
"Sudahlah, Dipmidorimasycchi, lupakan saja kita jalan-jalan aja yuk." ucap Lakise.
"Jalan-jalan? Ide bagus! Aku yang memimpin!" kata Pokashi sambil naik scooternya.

Teletubbies berjalan-jalan dipimpin Pokashi. Semuanya membawa barang kesayangannya masing-masing. Tinkymurasaki membawa tas merah isinya cemilan. Dipmidorimasy memakai topinya. Lakise mendribble bolanya. Pokashi naik scooter.

"Aka..aka..aka..aka..akashi.."
"Topi topi nanodayo.. topi topi nanodayo..."
"Krauss... Krauss..."
"Bolaa... bola Lakise..."

Hyuuu... Hyuuu... Baling-baling berputar..

Saatnya Tubby berpisah! Saatnya Tubby berpisah!

"Oooohhh.... tiiidaaaakkk...." semua terlihat sedih.

Dadah, Tinkymurasaki...
"Dadah!"
Dadah, Dipmidorimasy...
"Dadah nanodayo."
Dadah, Lakise...
"Hihi.. dadaah.."
Dadah, Pokashi..
"Daah.."

Matahari mulai tenggelam. Teletubbies pulang ke rumah. Dadah....

Omake
Author: Kuroko, kamu harus tersenyum saat tenggelam.
Kuroko: Aku ga mau tenggelam. Nanti ga bisa nafas. Lagipula, memang bisa tenggelam sambil senyum? Yang ada sesek nafas.
Author: Lawak.


FIN!!!
Hyuuuu... selesei sudah. Yang ingin author katakan selama membuat fanfiction ini adalah.... "Ieu teh naoooooonnnn??" /maaf ya yg ga ngerti.
Okey, seperti biasa, author minta sumbangan komennya yaa.... /pasang muka memelas
Sudah... author lelah. Sampai jumpa di fanfic selanjutnya. *cipok basah*