Selasa, 29 Januari 2019

Review ala Sorangan: Pertunjukkan Teater Calon Arang




Halo! Kali ini aku mau nulis review pertunjukkan teater Calon Arang. Yah, mungkin bukan review, lebih ke fangirl scream atau cuap-cuap gak jelas ^^".

Teater Calon Arang diproduksi oleh Teater Sendiri Jakarta dan disutradarai oleh A. Nawir Hamzah. Pertunjukkan teater ini dipentaskan pada tanggal 10-11 Januari 2019 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki Jakarta. Aku nonton pertunjukkannya pada tanggal 11 Januari 2019. Baru nulis review sekarang karena terlalu mager untuk membuka blog //digebuk.

Pertunjukkan teater Calon Arang mengangkat cerita rakyat Bali tentang seorang dukun bernama Calon Arang yang sangat kuat dan jahat. Ia membawa bencana ke seluruh Kerajaan Daha. Ia murka karena putrinya yang bernama Ratna Manggalih belum juga ada yang meminangnya, padahal umurnya sudah cukup dewasa. 

Mpu Bharadah mengutus muridnya, Mpu Bahula untuk datang menemui Calon Arang untuk mempersunting Ratna Manggalih. Tujuan Mpu Bahula menikahi Ratna Manggalih untuk mengetahui rahasia kekuatan Calon Arang. Setelah berhasil merebut buku pusaka yang berisi rahasia kekuatan Calon Arang, Mpu Bahula membawanya ke Mpu Bharadah.

Setelah itu, Mpu Bharadah yang telah mengetahui rahasia kekuatan Calon Arang, bertarung melawan Calon Arang. Calon Arang kalah, ia tidak membawa kejahatannya mati, tetapi kejahatan itu akan tetap ada dalam bentuk yang lain hingga masa depan.

Btw, waktu aku nonton teater Calon Arang, aku sama sekali gak tau apa-apa tentang cerita rakyat tersebut. Bahkan, aku gak tahu kalau "Calon Arang" itu nama orang. Makanya, karena aku "blind watching", nonton tanpa tahu ringkasan cerita atau cerita asli sebelumnya, review ini ditulis berdasarkan hasil "blind watching" itu.

Hmm... Tulis apa dulu ya? Kekurangan? Kelebihan? Hmm... Kekurangannya aja dulu ya.

Kekurangannya gak begitu banyak sih. Pertama, Calon Arang, suaranya kurang berekspresi. Mungkin karena pemerannya lebih fokus sama nada suaranya yang kayak orang tua tapi malah lupa sama ekspresi suaranya. Pemeran Calon Arang memang bukan nenek-nenek asli sih XD. Oh, ya, kurang ekspresi di sini maksudnya pas adegan dia marah, tapi sama sekali gak kerasa marah walaupun dia meninggikan suara.

Lalu, banyak adegan yang dirasa tidak perlu. Seperti pas adegan awal banget, ada ustad (gak tau disebutnya apa hehe, intinya sih dia kayak ahli agama/spiritual gitu) lagi berdoa terus dicegat pengawal kerajaan. Raja yang mengetahui itu, menyuruh pengawalnya mengawasi si ustad(?) itu. Si ustad itu "menipu" si pengawal dan akhirnya si pengawal melepaskan dia. Tapi, ustad itu sama sekali ga ada hubungannya dengan cerita. Dia gak muncul lagi setelah adegan itu selesai. Makanya, menurutku lebih baik gak usah ada aja.

Adegan yang pas Mpu Bahula putus sama pacarnya, menurutku durasinya terlalu lama. Dialog Mpu Bahula terlalu banyak elipsis(?) sehingga harus diulang-ulang hingga kalimatnya selesai. Oh ya, Mpu Bahula putus sama pacarnya karena dia disuruh Mpu Bharadah meminang Ratna Manggalih. Adegan saat mantannya Mpu Bahula berdoa itu juga durasinya terlalu lama dan tidak terlalu penting juga.

Mungkin cuma aku yang agak kecewa. Karena ini cerita rakyat Bali, aku berharap ada logat Balinya walau cuma sedikit. Tapi sama sekali gak ada. Hahaha, abaikan saja ini mah XDD.

Selain itu, ada 4th wall breaker-nya. 2 kali kalau gak salah. Aku gak begitu suka 4th wall breaker, jadi aku masukkin ini ke bagian kekurangan.

Lalu, pas battle Calon Arang v.s Mpu Bharadah, aku gak terlalu ngerti mereka ngapain. Iya, mereka battle, tapi battle-nya asa kurang jelas. Rusuh, rusuh, rusuh, terus ujug-ujug Calon Arang kalah. Udah gitu aja sepenangkapku. Maaf kalo jahat, tapi battle-nya sama sekali gak berkesan, padahal itu klimaksnya. Terlalu cepat dan detailnya kurang. Apalagi mereka battle pakai kekuatan sakti, bukan senjata. Aku sih berharap efek mistis(?) saat battle lebih kerasa. Mungkin lebih baik kalau adegan tidak pentingnya dikurangi supaya adegan battle-nya bisa lebih lama dan detail.

Sebelum pertunjukkan dimulai, pembawa acaranya bilang kalau kejahatan Calon Arang nanti tetap akan ada sampai sekarang. Yah pokoknya intinya kejahatan yang ada di zaman sekarang itu adalah kejahatannya Calon Arang. Tetapi, pas akhir cerita tidak ditunjukkan aftermath-nya. Kejahatan Calon Arang yang di masa depan tidak ditunjukkan.

Sepertinya segitu aja kekurangannya. Sekarang ayo kita bahas kelebihannya!

Pertama, properti, dekorasi, musik, dan lighting. Semuanya bagus banget!! Keren! Semuanya cocok dan menambah suasana tiap adegannya lebih terasa. Wah, kira-kira tim-nya pake tumbal apa ya sampai bisa bikin semuanya bagus? Hahaha, canda XDD.

Kostum dan make up-nya juga keren! Hal yang aku suka dari nonton pertunjukkan teater adalah memperhatikan kostum dan hiasan rambutnya. Semuanya cantik dan indah. Bahkan ada beberapa adegan yang rambut penarinya dipasang dupa (atau lidi ya itu?) yang menyala! Benar-benar nyala! Ada asapnya soalnya. Dedikasi dalam detail kostumnya mantul.

Make-up semua tokoh bagus banget. Paling suka make-upnya Calon Arang. Dia jadi kelihatan jahat dan tua.

Penjiwaan yang dilakukan para pemain juga bagus. Ekspresi wajah dapet, suara juga dapet (kecuali Calon Arang), gestur tubuh juga dapet. 

Aku suka pas adegan mantannya Mpu Bahula berdoa. Ada cewek selain dia yang berdoa juga. Trus pas selesai adegan, si cewek itu pegang pundak mantannya Mpu Bahula. Detail kecil yang membantu antar pemain itu yang paling aku suka. Si cewek pegang pundak mantannya Mpu Bahula untuk ngasih tanda sudah selesai adegannya (soalnya mantannya Mpu Bahula berdoa sambil memejamkan mata).

Aku juga suka suaranya mantannya Mpu Bahula dan Ratna Manggalih. Unyu-unyu manja gitu dan penuh ekspresi. Apalagi pas mantannya Mpu Bahula dan Ratna Manggalih nangis, uuuh... karena ekspresinya kuat, aku juga ikut ngerasa sedih. :''

Pertunjukkan teater ini unik, soalnya disisipi slepetan/jokes-jokes yang menyindir sesuatu. Misalnya, pas adegan ustad(?) dicegat pengawal karena berdoa, si ustad bilang kalau dia cuma berdoa dan bukan melakukan tindak kriminal yang sampai dia harus kabur ke Arab dan gak pulang-pulang. Tau kan nyindir siapa? XD

Lalu, murid-murid Calon Arang suka bergosip dan laporan ke Calon Arang. "Guru, katanya putri Anda, Ratna Manggalih, digebukin ya? Eh, ternyata operasi plastik ya?". Gak perlu dikasih tahu juga pasti kalian tahu mereka ngomongin siapa. Yah, you-know-who XDD.

Masih banyak lagi slepetan yang muncul. Kalau ditulis semuanya, tulisan ini makin panjang aja hehehe.

Sepertinya segini aja review eh, maksudnya fangirl scream dariku. Sudah lelah mengetik //ditabok. Kalau dikasih rate, aku mau ngasih rate 8,5/10.

Oh ya, review ini murni hasil pendapatku sendiri setelah "blind watching" pertunjukkan teater Calon Arang. Karena review ini hanya pendapat sendiri, jangan marah ya kalau beda pendapat. Jangan sakit hati juga. Santai aja cuyy! XD 

Aku suka menonton pertunjukkan teater apalagi kalau mengangkat cerita rakyat. Jadi makin sayang sama budaya Indonesia :3

Senin, 07 Januari 2019

[Orific: Pulang] PROLOGUE

Dengan penuh percaya diri, Apollo melangkahkan kakinya ke tengah panggung yang berbentuk lingkaran itu. Panggung yang akan menentukan siapa yang terkuat. Para penonton yang berdiri mengitari panggung itu bersorak mendukungnya, tetapi ada juga yang bersorak untuk menurunkan mentalnya. Hal itu tidak mengganggu Apollo. Rasa percaya diri dan semangatnya tetap tinggi. Ia yakin kalau hari ini ia akan menang dan membuat Tuannya senang. Ia sudah puluhan kali menang dan ia yakin hari ini ia bisa menang lagi.

Apollo memejamkan kedua matanya, menikmati embusan angin bermain di antara rambut hitamnya yang berkilauan. Sorakan penonton semakin keras mengiringi kedatangan sesorang yang berambut hitam kehijauan yang berkilat terkena sinar matahari yang baru saja memasuki panggung.


Apollo menatap orang yang baru datang itu. Tubuhnya tegap dan terlihat kuat. Di kakinya terpasang senjata yang kuat yang pasti akan langsung melukai seseorang yang ia tendang. Tetapi Apollo tidak gentar sedikit pun karena senjata di kakinya juga tidak kalah hebat dari milik orang itu. Ia melemparkan senyum kepada orang itu.


"Siapa namamu?" tanya Apollo.


Si Rambut Kehijauan itu tidak menjawab. Ia hanya mendengus mendengar pertanyaan Apollo yang terkesan sok akrab.


"Huh. Sombong. Lihat saja, muka sombongmu itu akan hancur nanti!" seru Apollo.


Bunyi bel tanda pertandingan dimulai bendentang keras. Si Rambut Kehijauan itu langsung berlari menyerang Apollo dan meluncurkan tendangannya ke wajah Apollo. Untungnya, Apollo tidak lengah sedikit pun. Ia berhasil menghindarinya.


"Wah, cepat sekali kau. Benar-benar tidak membuang waktu," ucap Apollo.


Apollo berlari cepat mendekati Si Rambut Kehijauan. Ia melompat sambil berputar dan meluncurkan tendangan.

"Tornado Bintang!!!" seru Apollo.

Tendangan berputar Apollo berhasil menghantam lengan Si Rambut Kehijauan. Si Rambut Kehijauan mundur beberapa langkah.

"Cih! Meleset!" gerutu Apollo saat ia mendarat ke tanah. "Tadinya aku ingin langsung menghajar kepalamu."

Si Rambut Kehijauan hanya mendengus sambil menatap lengannya yang berdenyut. Melihat kesempatan ini, Apollo langsung berlari dan menyerang SI Rambut Kehijauan lagi. Sayangnya, kali ini Si Rambut Kehijauan berhasil menangkis tendangan Apollo.

Apollo segera mundur beberapa langkah sebelum Si Rambut Kehijauan menyerangnya. Si Rambut Kehijauan melompat sambil berputar dan meluncurkan tendangan. Tendangannya berhasil mengenai kepala Apollo. Apollo terhuyung-huyung dan jatuh tersungkur.

"Sial... Itu jurusku," gumam Apollo.

"Hm? Apa tadi namanya? "Tornado Bintang"?" Si Rambut Kehijauan tersenyum mengejek.

Wajah Apollo memerah. "Beraninya kau...!"

Apollo melemparkan pandangannya ke arah penonton. Ia bisa melihat Tuannya khawatir tetapi masih menyemangatinya. Dengan sekuat tenaga, Apollo berdiri lagi. Ia tidak mau mengecewakan Tuannya.

"Aku tidak apa-apa, Tuan. Aku akan menghadiahkan kemenangan padamu," bisik Apollo.

Apollo berlari cepat menghadang Si Rambut Kehijauan. Ia kembali meluncurkan serangan bertubi-tubi pada Si Rambut Kehijauan. Si Rambut Kehijauan selalu bisa menangkis semua serangan Apollo.

Tenaga Apollo semakin menipis. Dengan napas terengah-engah, ia mundur beberapa langkah. Ia berusaha mencuri beberapa detik untuk memulihkan tenaganya.

"Ukh... Kenapa dia kuat sekali? Pertahanannya sangat kuat. Sulit sekali menghancurkannya. Malah aku yang kelelahan..." batin Apollo.

Belum sedetik Apollo mengatur napasnya, ia sudah menerima terjangan keras dari Si Rambut Kehijauan. Apollo kewalahan menangani serangan-serangan darinya. Apollo terjatuh lagi.

"Cuma itu saja kemampuanmu?" suara dingin Si Rambut Kehijauan yang meremehkan Apollo membuatnya kesal.

"Be-Berisik! Tak kusangka ada yang lebih kuat dariku!" gerutu Apollo kesal.

Apollo kembali mendapat serangan bertubi-tubi. Ia semakin kewalahan. Tenaganya habis dan seluruh tubuhnya terasa sakit. Bahkan ia bisa merasakan ada beberapa tulangnya yang patah. Darah yang terciprat dari lukanya menutupi pandangannya.

"Agh!!" Apollo mengerang menerima serangan dari Si Rambut Kehijauan.

Kakinya sudah tidak bisa menopang berat badannya lagi. Ia terjatuh ke tanah. Tetapi Si Rambut Kehijauan masih saja menyerang Apollo tanpa ampun.

Pandangannya memburam. Rasa sakit membuat kedua kelopak matanya berat. Apollo melirik ke arah Tuannya. Tuannya terlihat khawatir dan meminta Apollo berdiri lagi.

"Maaf, Tuan... Aku mengewakanmu hari ini..."

Kegelapan pun menyelimuti Apollo.

Rabu, 08 Agustus 2018

Review Ala Sorangan: K-Drama "Nothing to Lose"

Halooo~
Kali ini aku pengen banget nulis review buat K-Drama yang judulnya Nothing to Lose. Kemarin tanggal 7 Agustus 2018, baruuuuu banget selesai nonton drama ini (Iya tahu telat banget). Ini pertama kalinya aku nulis review. Sebenarnya bukan review sih, tapi lebih ke fangirl's screaming/rant, makanya bahasa yang aku pake ga bakal formal-formal amat. Perlu diperhatikan bahwa tulisan ini bakal banyak spoiler. READ AT YOUR OWN RISK!!! Ya sudah, langsung saja yaa.

Nothing to Lose atau Judge v.s Judge ditayangkan di SBS mulai dari tanggal 22 November 2017 s/d 11 Januari 2018 (Telat banget dah lu, thor!). Jumlah episodenya sebanyak 32 episode. Drama ini menceritakan seorang hakim bernama Lee Jung Joo yang kadang suka memaki tersangka saat sidang yang berusaha membuktikan bahwa kakak laki-lakinya tidak bersalah atas kasus pembunuhan dan pemerkosaan.

Pertama, aku mau bahas tentang story writingnya. Story writingnya mantul banget dah! Plot twist di sepanjang drama gak nahan banget. Mantul! Mantab betul! Writer-nya perlu dikasih penghargaan. Penulisan untuk setiap karakter juga bagus. Rasanya seperti membuka kotak di dalam kotak. Ketika kamu mengira sudah melihat isinya saat membuka kotak itu, eeh ternyata masih ada kotak lagi di dalamnya. Panutanku emang.

Lalu mau bahas penulisan tiap karakter.
Pertama, Lee Jung Joo, main female lead, diperankan oleh Park Eun Bin. Aku suka Lee Jung Joo karena dia wanita kuat dan terus fokus dengan tujuannya. Park Eun Bin juga bagus banget peranin Lee Jung Joo. Pas episode awal dia bodor banget karena dia maki-maki tersangka sampai naik meja. Itu ngakak banget. Tetapi, makin kesini Lee Jung Joo jadi orang yang serius. Padahal di sinopsis, Lee Jung Joo adalah hakim yang terkadang memaki-maki tersangka. Otomatis kupikir hal itu jadi trait-nya Lee Jung Joo. Tetapi lama kelamaan, trait itu hilang, dia jadi berasa kayak orang lain. Padahal biar trait awalnya di sinopsis itu ga hilang, mungkin lebih baik pas dia interogasi Do Jin Myung dia agak memaki beliau atau minimal sarkas dikit lah atau keluar kata-kata kasar. Hilangnya trait Lee Jung Joo yang ini agak disayangkan.
Hal lain yang aku suka dari Lee Jung Joo adalah dia clueless tentang perasaan 2 cowok yang suka sama dia. Karena sifatnya itu, sisi romance drama ini ga begitu muncul, makanya ceritanya jadi bagus. Ya... tapi walau dia clueless, setidaknya jangan terlalu sadis lah sama Do Han Joon. Han Joon sudah berusaha melidungi Jung Joo dari bahaya bahkan sampai mengorbankan perasaannya sendiri, tetapi Jung Joo kayak ga peduli gitu. Hiks... 
HAN JOON X JUNG JOO SHIPPER MANA SUARANYAAAA???!!!

Terus mau bahas Sa Eui Hyun, salah satu main male lead yang diperankan oleh Yeon Woo Jin. Sa Eui Hyun adalah karakter favoritku!! Sifatnya cool, serius, dan dia juga sangat cerdas dalam memutuskan vonisnya. Walaupun kelihatanna dia dingin dan tidak ramah, sebenarnya dia baik hati. Dia pernah ngasih sapu tangannya ke tersangka yang menangis saat sidang. Lalu dia juga beliin hadiah buat anak tersangka yang lagi sakit dan bilang kalau hadiah itu dari ibunya. Dia juga teman masa kecilnya Do Han Joon. Di awal-awal episode, udah kelihatan kalau Sa Eui Hyun itu love interest-nya Lee Jung Joo. Bahkan dari judul dramanya aja udah keliahatan. Nothing to Lose memang judul bahasa Inggrisnya. Judul bahasa Koreanya itu 이판사판 yang berarti Judge Lee dan Judge Sa. Aaaaah!! Tapi ga rela kalau Sa Eui Hyun akhirnya jadian sama Lee Jung Joo.
Aku suka banget detil character Sa Eui Hyun ini. Awalnya dia rambutnya kayak gini:

Imut kaaaan???!! Itu alasan kenapa aku suka Sa Eui Hyun (berisik, thor!). Oke, lanjut. Setelah dia menyadari perasaannya terhadap Lee Jung Joo, dia gel rambutnya jadi kayak gini:
Ini cuma teori ya... kemungkinan Sa Eui Hyun gel rambutnya kayak gitu karena dia mengira Lee Jung Joo itu suka sama Do Han Joon (rambutnya Do Han Joon di-gel kayak begitu). Makanya, dia ngikutin gaya rambutnya Do Han Joon supaya Lee Jung Joo melihat ke dia. Heeuuuuuu!!! Tidak rela. Tapi harus kuakui, ini detil yang edan banget.
Setelah episode 30 ke atas, sifat Sa Eui Hyun yang cool dan serius malah berubah jadi cheesy dan embarassing. Pas aku nonton, aku selalu teriak "WHO THE HECK IS THIS??! THIS CHEESY EUI HYUN IS NOT EUI HYUN THAT I KNOW!!!". Memang sih, karena dia jatuh cinta sama Lee Jung Joo dan Han Joo udah ga ada, dia jadi ambil kesempatan gitu... Petrus Sihombing Jakandor ke Lee Jung Joo. Tapi aku ga tahan lihat Sa Eui Hyun yang sangat OOC di episode 30 ke atas.

Lalu mari kita bahas Do Han Joon a.k.a writer's punching bag, salah satu main male lead yang diperankan oleh Dong Ha. Kenapa aku sebut Do Han Joon ini writer's punching bag? Ya karena dia karakter yang paling tragis ceritanya. Pertama, dia dari dulu sudah suka Lee Jung Joo pas Lee Jung Joo masih SMA (atau SMP ya?), tapi cintanya bertepuk sebelah tangan. Lalu, dia jadi suspect untuk kasus pembunuhan dan pemerkosaan Kim Ga Young (kasus yang menimpa kakaknya Lee Jung Joo) sehingga rasa kepercayaan Lee Jung Joo dan Sa Eui Hyun menurun terhadapnya. Dia berusaha mencari bukti bahwa bukan dia pelakunya, eeh bukti-bukti menunjukkan bahwa ayahnya yang melakukannya. Dia jadi mencurigai ayahnya, padahal dia sayang sama ayahnya. Karena ayahnya punya kekuasaan, dia harus melindungi Lee Jung Joo dari ayahnya agar Lee Jung Joo aman (Lee Jung Joo menyelidiki kasus tersebut). Berkali-kali dia diancam ayahnya sendiri. Dia jadi membenci ayahnya sendiri walaupun awalnya dia sayang. Setelah dia berhasil membuktikan dirinya tidak bersalah, Lee Jung Joo dan Sa Eui Hyun malah melarangnya untuk menyelidiki kasus tersebut. Lalu dia mengira bahwa ayahnya selalu memukuli ibunya, Yoo Myung Hee, dan berusaha melindungi ibunya. Lalu, dia menyadari perasaan Sa Eui Hyun terhadap Lee Jung Joo, akhirnya dia mundur. Dia membunuh perasaannya sendiri. KURANG TRAGIS APA COBA!!! Ditambah lagi dia mengetahui bahwa ibunya sendiri yang merupakan pelaku pembunuhan Kim Ga Young. Dia jadi break down banget. Damn... writer-nim. Dosa apa Han Joon sampai dikasih jalan cerita yang tragis? He deserved everything good. T____T
Dong Ha aktingnya bagus banget. Tiap kali Do Han Joon break down, aktingnya Dong Ha selalu berhasil menyentuh perasaan penonton T__T. Terus akhirnya, Do Han Joon seperti dibuang gitu. Damn... he deserved his own good ending after facing that kind of storm.
Oh, ya, kalau pengen tahu, Do Han Joon itu kayak begini:
 Rambutnya di-gel begitu (penting).

Selanjutnya ayo bahas Do Jin Myung, ayahnya Do Han Joon yang diperankan oleh Lee Deok Hwa. Orang ini bener-bener kotak di dalam kotak. Awalnya kita bakal mengira dia orang yang bengis, jahat, dan ambisius untuk jadi presiden. Ternyata dia seorang suami yang mencintai istrinya, Yoo Myung Hee dan kata Sa Eui Hyun, Do Jin Myung itu sangat sayang sama anaknya, Do Han Joon. This character is written well. Awalnya kita mengira dia suka memukuli istrinya, padahal sebenarnya istrinya sendiri yang suka self harm. Dia tidak pernah menyangkal bahwa dia selalu memukuli istrinya karena ia tahu penyebab istrinya self harm adalah dirinya. Dia merasa bertanggung jawab. Lalu dia berusaha menutup-nutupi kasus Kim Ga Young karena dia tidak mau istrinya menderita karena kasus itu. Dia memang cinta banget setengah mati sama istrinya. Sayang cintanya itu bertepuk sebelah tangan.
Btw, aku suka banget sama cara bicaranya. Kayak politikus banget. Wibawanya dapet!

Selanjutnya Yoo Myung Hee, ibunya Do Han Joon yang diperankan oleh Kim Hae Sook. Awalnya kita akan mengira dia ibu yang baik, ternyata dia pelaku yag sebenarnya. Dia membenci Do Jin Myung karena mereka menikah memang karena kecelakaan. Dia mencintai Sa Jung Do, ayahnya Sa Eui Hyun. Menurutku penulisan karakter ini cukup bagus. Dari sifatnya yang keibuan tetapi masih punya ego yang tinggi. Cuma menurutku, agak sayang aja pas dia mencoba bunuh diri tetapi minta tolong orang lain. Seharusnya dia mencoba bunuh diri dengan usahanya sendiri. Pasti lebih berkesan dan impact kegagalannya lebih bagus.

Selanjutnya Sa Jung Do, ayahya Sa Eui Hyun yang diperankan oleh Choi Jung Woo. Dia sahabatnya sekaligus pengacaraya Do Jin Myung. Dia selalu membela Do Jin Myung walaupun Eui Hyun tidak suka. Makanya hubungan mereka agak merenggang. Sa Jung Do itu menurutku agak membosankan. Kenapa? Karena 80% setiap kali dia muncul pasti lagi duduk. Kalo ga di rumahnya, di kantornya Do Jin Myung, atau di ruang sidang. Duduuuuuk terus. Tapi akhirnya aku suka karena hubungan Sa Jung Do dan Sa Eui Hyun membaik antar ayah dan anak.

Terus siapa lagi yaaa... hmm... Oh, ya! Semua hakim-hakim side character aja deh. Sifat mereka beragam jadinya mereka ga membosankan. Kebanyakan adegan yang melibatkan para hakim senior yang laki-laki itu lucu, mungkin tujuan mereka buat comic relief kali ya. Tetapi aku seneng karena writer tidak melupakan mereka. Mereka dikasih ceritanya masing-masing. Cuma aku ngerasa agak kurang sreg sama ceritanya hakim yang namanya Jung Chae Sung. Awalnya ga ada tanda apapun, tiba-tiba dia jadi gay. Rasanya agak maksa. Seakan PD-nya tuh "Hey, drama kita harus dukung lgbt. Kita jadiin aja Chae Sung gay." Bukannya apa-apa, awalnya dia sama sekali ga ada hint apa-apa, bahkan dia punya tunangan cewek, dan ada semacam kemungkinan terbentuk OTP(?) dengan salah satu murid internship yang punya anak itu, eeh.. tau-tau jadi gay. Memang sih di episode akhir-akhir ga dikasih secara tersurat bahwa Chae Sung itu gay. Tetapi secara tersirat bisa diambil kesimpulan begitu karena tingkah dia yang marah-marah saat Hakim Yoon mengeluh soal tersangka yang gay dan dia juga tiba-tiba membatalkan pertunangannya.

Segitu dulu aja. Ingat! Review ini pure pendapatku. Jadi jangan marah kalau pendapat kalian berbeda denganku. :*
Kalau dinilai sih... drama Nothing to Lose ini bakal aku kasih nilai 7,5/10.
Terima kasih sudah mau membaca review fangirl's screaming-ku.

Until next time!

Selasa, 26 September 2017

[Orific: Pottermore OC] Their Identity

Pottermore OCs Identity

1. Name          : Elena Whitney
    Gender       : Female
    Age             : 13 years old
    Nationality  : English
    Species      : Pure blood wizard
    School        : Hogwarts
    House        : Slytherin
    Hobby(ies) : Reading, searching for cat's fleas
    Talent         : Flying with broom, making potions
    Pet             : Black Cat
    Sibling(s)    : None
2. Name          : Theodore Anderson
    Gender       : Male
    Age             : 15 years old
    Nationality  : Canadian
    Species      : No-maj who can do magic
    School        : Ilvermorny
    House        : Wampus
    Hobby(ies) : Reading, drinking coffee
    Talent         : dark magic
    Pet             : Ginger cat
    Sibling(s)    : 1 younger brother, Liam
3. Name          : Liam Anderson
    Gender       : Male
    Age             : 14 years old
    Nationality  : Canadian
    Species      : No-maj, can't do magic
    School        : Elite Junior High School
    House        : -
    Hobby(ies) : Reading, playing baseball, drinking tea
    Talent         : Baseball
    Pet             : Golden Retriever
    Sibling(s)    : 1 older brother, Theodore.

Notes:
- Those three are childhood friend
- They met in England, but Theo and Liam moved to Canada
- Liam secretly loves Elena.
- Theo always protects them.
- Elena was bullied when she was kid, Theo and Liam saved her from the bullies.
- Elena has black and white hair and she ashamed of her hair. Theo dyed his hair like Elena's hair so that she won't be ashamed of her hair.

Mau Posting Orific

Rasanya sudah 100 tahun tidak nge-blog. Kalau biasanya aku posting fanfic sama shitposting Detective Conan, kali ini aku mau posting orific. Orific itu apa? Original Fiction. Cerita fiksi buatan sendiri. Karakternya juga hasil buatan sendiri (original character/OC). Bisa OC fandom atau OC pribadi.
Tiap postingan orific bakal dikasih label "orific", jadi kalau mau cari postingan orific, tinggal klik aja labelnya.
Sudah lama aku tidak menulis, jadi sepertinya kemampuan menulisku menurun. Mohon maaf jika ceritanya kurang memuaskan atau diksinya jelek.
Darimana biasanya aku dapat ide cerita? Dari mimpi. Saat aku tidur, itu saat dimana aku mencari ide. Aneh kan? Ya, sudah, selamat membaca! Jangan lupa tinggalkan kesan pesanmu ya setelah membaca! :*

[Orific: Pottermore OC] Liam's Daily Life

7.00 AM - Wake up
7.00 AM ~ 7.30 AM - Reading newspaper + early morning tea
7.30 AM ~ 8.05 AM - Take a bath
8.05 AM ~ 8.15 AM - Dressed
8.15 AM ~ 8.40 AM - Breakfast
8.40 AM - Go to school
9.00 AM ~ 11.30 AM - Study at school
11.30 AM ~ 12.45 PM - Break time (lunch)
12.45 PM ~ 14.50 PM - Study again
14.50 PM ~ 16.00 PM - Go shopping books or go to post a letter to his brother, Theo and Elena)
(If not shopping) 14.50 PM ~ 16.00 PM - Play baseball with friends.
16.00 PM ~ 16.30 PM - Go home
16.30 PM ~ 17.30 PM - Violin lesson
17.30 PM ~ 18.00 PM - Have juice or tea and snacks before dinner
18.00 PM ~ 18.35 PM - Take a bath
18.35 PM ~ 19.30 PM - Dinner with family (exclude Theo)
19.30 PM ~ 22.00 PM - Study and do homework(s), (sometimes he asks the chef to make him sweets to help him concentrate studying)
22.00 PM ~ 22.05 PM - Brush his teeth
22.05 PM - Sleep
Sometimes he sleeps at 23.00 because he reads some novel books.

Jumat, 09 Januari 2015

[Detective Conan] Alamat Sekolah Chara DC (yang Masih Bersekolah) ala @DConanParody

Konnichiwa~
Wah... sudah berapa tahun aku ga nulis di blog ini ya? Sibuk banget di dunia nyata sih~ ><
Kali ini aku mau nulis tentang alamat sekolah chara DC. Tentu saja ala @DConanParody. Ini idenya dapat dari seseorang yang nanya di ask.fm DConanParody, nanyain alamat sekolah (thanks buat idenya ya :*)
Oke langsung aja ya~


1. Shinichi Kudo, Ran Mouri, Sonoko Suzuki, Masumi Sera
Tokyo: Jalan Haji Anwar no. 14022. RT 05 RW 17.

2. Heiji Hattori, Kazuha Toyama
Osaka: Fujiwara no Teika Street no. 14045. Desa Sukahitam. Kelurahan Sukahitam.

3. Saguru Hakuba
London: Trafalgar Street no 666. Deket alfamart.

4. Kaito Kuroba, Saguru Hakuba (Jp Only)
Tokyo: Jalan Kapten Muslihat no 500505. Kecamatan Nusakambangan. Kabupaten Mau Aja.

5. Conan Edogawa, Ayumi Yoshida, Mitsuhiko Tsuburaya, Genta Kojima, Ai Haibara
Tokyo: Jalan Haji Anwar. RT 05 RW 17. No. 14021. Depan pegadaian.

6. Subaru Okiya
Tohto University, Jalan Buka Hatimu no 212. Desa Pelangi. Kecamatan Di Matamu. Deket indomaret sama alfa midi.


Yaay~
Baru keinget segitu chara DC yang masih sekolah .-.
Kalo keinget yang lain lagi, ntar aku tambahin.
Oke, kasih tau pendapat kalian ya~ :*

またな!!:D